Kompas.com - 17/02/2016, 09:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Tiroid adalah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu di dalam leher Anda, tepat di atas tulang selangka. Tiroid adalah salah satu kelenjar endokrin, yang bertugas memroduksi hormon.

Hormon tiroid mengontrol banyak aktivitas tubuh seperti seberapa cepat Anda membakar kalori atau seberapa cepat detak jantung Anda. Semua itu adalah bagian dari metabolisme tubuh.

Seperti bagian tubuh lainnya, tiroid pun bisa bermasalah. Beberapa masalah yang biasanya terjadi pada tiroid adalah:

1. Hipotiroid, kelenjar tiroid kurang aktif sehingga menghasilkan hormon yang jumlahnya kurang dari yang dibutuhkan tubuh
2. Hipertiroid, kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga menghasilkan hormon yang jumlahnya melebihi yang dibutuhkan tubuh.
3. Nodul tiroid, gumpalan yang terbentuk di dalam kelenjar tiroid dan belum diketahui penyebabnya secara pasti. Gumpalan ini bisa memicu hipertiroidisme.
4. Goiter, pembesaran yang terjadi pada kelenjar tiroid.

Gejala-gejala
Gejala hipotiroid antara lain adalah mudah lelah, tidak tahan dingin, konstipasi, capal tunnel syndrome, kurang nafsu makan, berat badan bertambah tanpa sebab yang jelas, kulit kering, rambut rontok, sulit konsentrasi, mata bengkak, suara parau, depresi, siklus mens tidak teratur.

Gejala hipertiroid antara lain adalah insomnia, tangan tremor, mudah grogi, kepanasan di temperatur dingin, sering BAB, kehilangan berat badan tanpa sebab yang jelas, keringat berlebihan, periode menstruasi menjadi jarang, sakit sendi, sulit konsentrasi, pupil mata membesar.

Gejala goiter dan nodul tiroid adalah pembesaran di leher depan bagian bawah. Pembesaran ini sering tidak menyakitkan tapi berpotensi menekan atau mengganggu struktur di sekitarnya seperti esofagus, trakea dan pembuluh darah. Tekanan pada trakea dapat menyebabkan batuk konstan, tekanan pada kerongkongan dapat menyebabkan kesulitan menelan.

Penyebab
Hipertiroid bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya obat tertentu seperti Amioradon, kelebihan konsumsi yodium, penyakit autoimun Graves, nodul tiroid, dan kanker tirod.

Hipotiroid umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan yodium. Faktor lain yang dapat menjadi pencetusnya adalah obat-obatan hipertiroid yang tidak tepat dosis, radiasi yang digunakan untuk menangani kanker dan mutasi gen. Tiroidiatis atau radang tiroid seperti pada penyakit Hashimoto juga bisa menjadi penyebab.

Nodul tiroud juga bisa disebabkan beberapa faktor, misalnya keturunan, adenoma atau tiroid tumbuh abnormal, dan terlalu sering kena paparan radiasi.

Goiter atau gondok, umumnya disebabkan karena defisiensi yodium. Namun ada juga yang disebabkan oleh hipertiroid atau hipotiroid dan zat tiosianat di dalam rokok.


Pengobatan
Pengobatan gangguan tiroid tergantung pada penyebab dan gejalanya. Secara umum, untuk hipertiroid dan hipotiroid, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk menekan produksi hormon tiroid yang berlebihan. Atau sebaliknya, untuk mendorong produksi hormon yang kurang menjadi normal misalnya dengan penggunaan synthetic thyroid hormone levothyroxine.

Untuk goiter, bisa dengan menambah asupan yodium, jika penyebabnya karena defisiensi yodium disertai anjuran untuk berhenti merokok.

Sedangkan untuk nodul tiroid, jika jinak mungkin Anda hanya dianjurkan melakukan pemeriksaan berkala disertai pemberian obat yang disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, yodium adioaktif, antitiroid, evothyroxine.

Selain obat, bisa juga pasien dianjurkan operasi karena alasan tertentu, misalnya karena obat tidak memberi kemajuan yang bermakna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Tiroiditis
Tiroiditis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.