Kompas.com - 18/02/2016, 08:05 WIB
Cokelat hitam lebih menyehatkan ShutterstockCokelat hitam lebih menyehatkan
|
EditorBestari Kumala Dewi

3. Hindari cokelat dengan tambahan nama ini
Apakah cokelat Anda bertuliskan "dutched" atau "alkalized"? Sebaiknya jangan sering-sering dikonsumsi. Kedua istilah tersebut merujuk pada cokelat olahan yang secara substansial mengurangi senyawa jantung-sehat.

Sebuah studi dalam Journal of Agriculture Food Chemistry menunjukkan bahwa kandungan flavanol pada cokelat alami sembilan kali lebih besar dari jenis cokelat olahan.

4. Makan dalam bungkus kecil
Wanita dengan riwayat serangan jantung yang makan satu atau dua porsi cokelat berkualitas tinggi per minggu, menunjukkan penurunan risiko rawat inap karena gagal jantung sebanyak 32 persen ketimbang mereka yang makan cokelat manis berkualitas rendah, menurut sebuah studi Heart Circulation.

Walau begitu, bila bicara jujur, cokelat tetap saja mengandung sejumlah kalori yang bila dimakan berlebih, juga akan menjadi bumerang bagi kesehatan. Saran terbaik, makanlah cokelat berkualitas baik yang dibungkus kecil.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Appetite, orang cenderung mengonsumsi rata-rata 41 persen lebih sedikit kalori saat ngemil makanan ringan dalam bungkus kecil.

5. Makan bersama buah berry segar
Proses magis yang akan “menyerap” manfaat cokelat sehat, tidak terjadi di tangan Anda, atau mulut Anda; itu terjadi di usus Anda.

Menggabungkan cokelat dengan buah-buahan kaya serat dapat meningkatkan manfaat kesehatan saat diolah dan diserap oleh usus.

Tidak ada yang mengalahkan sehatnya buah segar, namun cranberry dan kacang-kacangan, terutama kacang mete dan pistachio, dapat memberikan dorongan prebiotik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.