Kompas.com - 22/02/2016, 09:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

“Perlu kita kondisikan sesuatu yang menyenangkan. Hati yang gembira itu obat, lho,” kata Pinta.

Hal senada dikatakan ahli kanker anak, dr Edi Tehuteru, SpA (K). Ia mengatakan, sering kali orangtua melarang anak penyandang kanker untuk sekolah karena takut anak kelelahan. Padahal, sekolah atau tidak sekolah bisa membuat kondisi kesehatan yang sama pada anak.

Edi menceritakan, ada seorang anak perempuan yang menjadi pasiennya malah sangat aktif melakukan kegiatan, mulai dari main piano hingga menjadi kipper dalam olahraga futsal. Leukositnya pun selalu normal.

Selalu ada harapan

Kanker bukan berarti mati. Selalu ada harapan kesembuhan dari setiap penyakit. Edi mengatakan, setelah anak selesai menjalani pengobatan seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi, memang belum bisa dinyatakan sembuh. Risiko kanker muncul lagi masih ada.

Lima tahun pertama adalah waktu kanker bisa muncul kembali. Lewat dari lima tahun, kemungkinan kanker untuk muncul kembali sangat kecil. 

Pasien kanker anak pun bisa tumbuh hingga dewasa seperti anak-anak lainnya. Edi menceritakan, ada pasien kanker anak yang kini sudah menjadi dokter spesialis radiologi. Ada pula pasien anak yang terkena kanker otak, kini sudah menjadi analis laboratorium .

Edi mengatakan, semua itu sudah diatur oleh Tuhan. Tuhan telah mengizinkan sang anak terkena kanker. Orangtua harus menerima kenyataan tersebut dan menghadapinya dengan semangat, serta selalu berdoa. Begitu pula yang harus dihadapi oleh anak penyandang kanker.

“Jangan kecewa kalian kanker. Itu yang sudah digariskan Tuhan. Tuhan mengizinkan. Saya yakin, Tuhan menyiapkan sesuatu yang indah nantinya,” kata Edi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.