Kompas.com - 03/03/2016, 08:21 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sebagian orang merasa sengsara di musim hujan. Cuaca dingin membuatnya sering bersin berkepanjangan, sebagian lagi menderita gatal-gatal jika terkena percikkan air dari tanah.

Ada juga orang yang merasa sangat terganggu di musim kemarau. Sedikit saja keringat di tubuh, membuat kulitnya ruam. Dan ada yang terganggu kesehatannya bukan karena cuaca, tapi setiap kali dia makan kacang, napasnya menjadi sesak tak beraturan. Besar kemungkinan, alergi lah yang menjadi penyebab semuanya ini.

Alergi adalah reaksi abnormal atau reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat.

Manifestasi alergi tidak harus selalu muncul di kulit atau saluran pernapasan. Orang dengan alergi juga bisa mengalami mata bengkak, merah, gatal, dan berair.

Penyebab
Segala hal bisa memicu alergi, tergantung orang yang bersangkutan alergi terhadap apa. Mulai dari suhu udara, zat tertentu yang ada di udara seperti debu atau serbuk sari, makanan tertentu, sabun atau zat yang terkandung di dalam produk perawatan pribadi, obat, bulu hewan, dan lain sebagainya.

Berbeda orang, berbeda jenis alerginya. Kebanyakan alergi bersifat heredity atau diturunkan dari orang tua ke anaknya.

Untuk memastikan zat apa yang membuat Anda alergi, lakukan uji sensitivitas di dokter atau rumah sakit terdekat. Dokter akan menyuntikkan beberapa jenis alergen pada kulit. Jika terjadi reaksi seperti gatal, ruam, dan lain sebagainya, saat salah satu jenis alergen disuntikkan, berarti Anda alergi terhadap alergen atau zat tersebut.

Reaksi alergi di dalam tubuh
Ketika seseorang terpapar alergen, tubuhnya akan bereaksi memroduksi antibodi IgE, untuk mengikat allergen.

Antibodi melekat pada sel darah yang disebut sel mast. Sel mast dapat ditemukan di saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan tempat lainnya. Sel mast akan melepaskan bermacam bahan kimia ke dalam darah. Senyawa kimia utama yang diproduksi sel mast adalah histamin, yang menyebabkan sebagian besar gejala reaksi alergi.

Gejala reaksi alergi
Pada umumnya, gejala reaksi alergi terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

1. Ringan
Gejala ringan hanya akan sesikit membuat Anda tidak.nyaman, misalbya sedikit gatal atau sedikit bersin-bersin.

2. Sedang atau menengah
Gejala menengah lebih berat dari gejala ringan. Mungkin Anda akan bersin terus menerus selama beberapa mebit disertai hidung tersumbat dan mata berair. Atau, gatal dan ruam selama beberapa jam.

3. Berat
Mungkin Anda merasa sangat sakit, bahkan terasa tidak mampu bangun dari tempat tidur karena sesak napas dan kesemutan hebat.

Reaksi alergi yang paling parah disebut anafilaksis. Jika terjadi anafilaksis, alergen akan menyebabkan seluruh tubuh bereaksi terhadap alergi yang dapat mencakup gatal, sesak, tubuh atau bagian tubuh bengkak, dan lain sebagainya.

Anafilaksis sangat berbahaya, karena dapat mengancam jiwa. Jika Anda mendapatkan gejala yang berkembang semakin parah, segera pergi ke dokter spesialis alergi atau instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.