Kompas.com - 03/03/2016, 10:17 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

 

Mitos: Perawatan eksim harus selalu menggunakan obat.
Fakta: Obat topikal dapat membantu menyembuhkan kulit selama terjadinya eksim, namun gaya hidup juga cukup berperan.

Gohara menekankan, "Obat alami eksim bisa berupa mandi atau mandi di air hangat dengan pembersih yang lembut untuk kulit kering, tidak menggosok-gosok kulit. Setelah itu lembabkan kulit secara teratur. Gunakan pula humidifier dalam cuaca kering atau dingin.”

Menghindari pemicu alergi juga bisa membantu halau eksim. Beberapa pemicu umum ialah tungau debu, hewan peliharaan, jamur, sabun dengan kandungan deterjen, cairan pencuci piring, getah dari buah-buahan segar, daging, beberapa jenis sayuran, cuaca panas, kelembaban tinggi dan rendah, perubahan suhu yang drastis, serta aktivitas yang membuat Anda berkeringat.

Mitos: Eksim hanya masalah kulit.
Fakta: Eksim yang dibiarkan tanpa penanganan dapat mendatangkan malapetaka pada penderita, menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius dari sekadar penyakit kulit, menurut studi Northwestern Medicine yang melibatkan 62.000 orang dewasa.

Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa dengan penyakit kulit lebih mungkin untuk merokok, menggunakan alkohol, dan menghindari olahraga ketimbang mereka dengan kulit sehat.

Pasien eksim juga cenderung lebih gemuk, mengembangkan penyakit jantung dan diabetes, serta menderita insomnia.

"Ini semua karena eksim bisa mengganggu kondisi emosional penderita, yang mungkin memicu gaya hidup buruk,” kata penulis studi Jonathan Silverberg, MD. Jadi, jika Anda atau anggota keluarga terkena eksim, jangan takut untuk meminta bantuan dokter.

Mitos: Jauhi gluten untuk sembuhkan eksim.
Fakta: Kecuali Anda memiliki penyakit celiac atau sensitivitas gluten, tidak ada bukti kuat bahwa gluten bisa memperburuk eksim, kata Gohara.

Bahkan jika Anda memiliki celiac dan harus menghindari gluten karena alasan kesehatan lainnya, jangan terlalu berharap kulit Anda akan menjadi lebih baik setelah Anda meninggalkan gluten.

Pasalnya, penelitian pada pasien dengan celiac dan dermatitis atopik menemukan, hidup bebas gluten selama satu tahun tidak mengarah pada perbaikan kulit.

Mitos: Anda tidak bisa berenang lagi.
Fakta: Ada beberapa pihak yang mendapati, kontak dengan klorin mengarah pada perburukan eksim, namun ada juga yang mendapati, klorin pada air kolam renang memiliki efek positif pada kondisi kulit mereka.

Jika Anda memiliki kondisi kulit yang sensitif terhadap klorin, cobalah untuk menggunakan pelembab yang cukup tebal sebelum berenang, kemudian mandi dengan bersih dan oleskan lagi pelembab.

Menurut National Eczema Association, berenang secara teratur akan membantu kulit beradaptasi dengan air yang mengandung klorin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.