Kompas.com - 04/03/2016, 21:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tanpa penis, hidup seorang pria bisa dikatakan hampa. Bagaimana jika pria harus kehilangan penisnya demi menyelamatkan nyawanya?

Colin (67) terpaksa merelakan penisnya di meja operasi akibat kanker. Tindakan itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan nyawa Colin.

“Saya kehilangan lambang kejantanan. Saya bukan seorang pria lagi. Rasanya seperti di neraka. Saya tak bisa lagi melakukan hubungan seksual,” ujar Colin dalam sebuah program televise berjudul Jeremy Kyle’s Emergency Room.

 
Awalnya, Colin mendapati ruam di area ujung penisnya. Ia tak ambil pusing soal ruam tersebut sampai kemudian terasa gatal dan mengganggu kehidupannya.

“Saya memeriksakan diri ke dokter dan diberi krim. Saya sama sekali tak khawatir. Saya pikir itu ruam biasa,” ujar Colin.

Ruam tersebut tidak hilang, malah semakin menjadi. Dua minggu kemudian muncul bisul yang terasa menyakitkan. Colin akhirnya dirujuk ke ahli urologi. Di sana ia menjalani biopsi.

 
“Saya masih tenang. Saya pikir kalau masalah bisul ini pasti akan hilang, seperti sariawan atau bisul di mulut,” ucap Colin.

Colin merasa ditelan bumi saat diberitahu bahwa dirinya mengidap kanker penis. Serasa belum cukup, dokter menyarankan agar penisnya diamputasi untuk mencegah penyebaran kanker.

 Setelah menjalani operasi pengangkatan penis, Colin bersedia untuk diwawancara oleh program televisi tersebut. Tujuannya untuk memperingatkan orang lain akan bahaya kanker penis. “Mungkin saat ini penis saya berada dalam botol untuk diteliti,” katanya.

Sheena (47), istri Colin, yang mendampingi selama acara tersebut mengatakan kalau hal ini membuat Colin sangat terpukul. Terlebih lagi Colin merupakan pribadi yang tertutup dan tidak mudah mencurahkan isi hatinya kepada orang lain, termasuk kepada istrinya sendiri.

Sebetulnya Colin tetap bisa mengalami ereksi parsial. Dokter pun telah menawari Colin untuk menggunakan penis buatan.

 Meski tak mungkin lagi melakukan hubungan seks, Colin dan Sheena mengaku tetap saling mencintai. Hal ini tak meruntuhkan pernikahan mereka yang sudah berusia puluhan tahun.

“Pernikahan itu untuk seumur hidup. Bukan hanya untuk beberapa tahun saja,” kata Colin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.