Kompas.com - 07/03/2016, 08:39 WIB
Seorang bocah mendapatkan imunisasi polio. Kompas/Bahana Patria GuptaSeorang bocah mendapatkan imunisasi polio.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Anak-anak kecil yang terkena polio kadang hanya mengalami gejala ringan dan menjadi kebal terhadap polio. Karenanya, penduduk di daerah bersanitasi baik, justru menjadi lebih rentan terhadap polio, karena masyarakatnya tidak menderita polio ketika masih kecil. 

Meski demikian, urusan sanitasi tetap tak bisa diabaikan. Pasalnya, virus polio dapat dengan mudah menular lewat lingkungan yang terkontaminasi kotoran atau ludah penderita.

Vaksinasi pada saat balita, sangat membantu pencegahan polio pada masa depan karena polio akan menjadi lebih berbahaya jika diderita oleh orang dewasa.

Orang yang telah menderita polio, bukan tidak mungkin akan mengalami gejala tambahan pada masa depan seperti layu otot; gejala ini disebut sindrom post-polio.


Pengobatan

Poliovirus masuk ke tubuh melalui mulut, kemudian menginfeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat, menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).

Sampai saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan polio. Pengobatan lebih difokuskan pada penguatan imun secara alami agar tubuh mampu melawan infeksi, support fungsi tubuh dan pencegahan efek negatif jangka panjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasien mungkin akan dianjurkan istirahat di rumah sakit, diberikan bantuan pernapasan jika diperlukan, dianjurkan olahraga ringan untuk mencegah masalah di otot dan persendian.

Jika Anda mengalami gangguan gerak motorik jangka panjang, berarti Anda memerlukan bantuan dan perawatan lanjutan. Misalnya, fisioterapi, memakai alat bantu untuk gerak tangan (splint), dan penguat serta penyangga untuk membantu tungkai dan persendian yang lemah.


Pencegahan
Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan penderita polio. Selain itu, jagalah sanitasi makanan, minuman dan lingkungan Anda dari risiko paparan feses dan ludah penderita. Pastikan, makanan dan minuman telah matang benar-benar.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.