RS Militer China Tangani Cerebral Palsy hingga Diabetes dengan "Stem Cell"

Kompas.com - 14/03/2016, 07:15 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi
BEIJING, KOMPAS.com - Sejumlah rumah sakit di China telah menggunakan stem cell untuk mengobati beberapa penyakit. Salah satunya rumah sakit militer di China. Sejak tahun 2014, RS sakit militer ini telah menangani 8487 pasien dengan stem sel.

"Kasus paling banyak adalah pengerjaan stem sel untuk lumpuh otak. Ada juga cedera otak dan kemunduran kerja otak," ujar Wakil Presiden Direktur Departemen Cytotherapy Rumah Sakit Militer China, Xiaodong Wang dalam jumpa pers Norgen Health di Beijing, China, Sabtu (12/3/2016).

Menurut Xiaodong, hasil pengobatan stem cell sangat baik untuk pasien yang mengalami kelumpuhan otak, seperti cerebral palsy pada anak-anak.

Dalam presentasinya, Xiaodong menunjukkan kasus cerebral palsy pada anak. Anak tersebut mengalami gangguan gerak dan kelemahan otot tubuh. Setelah diberi stem cell, motorik anak tersebut membaik.

"Pasien temuda kami, yaitu pengerjaan stem sel pada otak anak usia 18 hari. Stem sel aman untuk semua usia," kata Xiaodong.

Ia juga menunjukkan video pasien yang mengalami kelumpuhan sebagian otak. Sebelum menjalani stem cell, pria tersebut sulit membuka kepalan tangan, sulit berjalan bahkan berdiri karena sebagian badannya lumpuh.

Setelah diberi stem cell, gerakan tangan mulai membaik, tangannya sudah bisa menggenggam, hingga lancar berjalan.

"Keluarga pasien sangat senang lihat hasilnya. Dia sudah bisa beraktivitas seperti orang normal lagi. Bisa bawa sepeda, dan bisa membaca lagi," ungkap Xiaodong.

Meski sulit menyembuhkan dengan total, stem sel sangat membantu pasien meningkatkan kualitas hidupnya, karena pasien bisa beraktivitas normal.

Xiaodong mengungkapkan, sel induk bisa diambil dari sumsum tulang belakang dan tali pusat bayi. Sel tersebut akan ditanam dalam bagian tubuh pasien yang sakit. Stem cell akan dengan sendirinya mengganti sel-sel rusak penyebab penyakit.

RS Militer China di Beijing ini terbuka untuk pasien umum. Selain penyakit otak, stem cell juga digunakan untuk pasien diabetes.

Xiaodong mengatakan, untuk pasien diabetes, sel induk dimasukkan ke tubuh melalui pembuluh darah. Stem sel disebut sebagai metode pengobatan masa depan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Stem cell bekerja efektif menggantikan sel-sel yang rusak.

Penelitian mengenai stem sel hingga kini masih dilakukan. Di China, stem sel juga telah dikerjakan di ReLife International Medical Center untuk mengatasi diabetes tipe 1 dan 2, infertilitas, penuaan, dan penyakit saraf.

Sementara itu, di Beijing Puhua International Hospital stem cell digunakan untuk mengatasi penyakit di lutut dan panggul. Stem sel diambil dari jaringan adiposa di area perut, kemudian disuntikkan ke bagian yang sakit.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X