Kompas.com - 14/03/2016, 14:29 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Dalam pengendalian penyakit, salah satu prestasi manusia adalah membasmi atau mengeradikasi penyakit cacar atau variola dari muka Bumi tahun 1974. Kini, negara-negara di dunia ada di akhir perang melawan virus polio. Tiap negara memperluas cakupan imunisasinya agar polio tinggal sejarah.

Di Indonesia, sepekan ini, 8-15 Maret 2016, pemerintah menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, pemberian imunisasi tambahan di semua provinsi, kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah memakai vaksin suntik.

Meski Indonesia bersama negara lain di Asia Tenggara mendapat status bebas polio pada 27 Maret 2014, PIN Polio diadakan untuk memastikan tak ada lagi penularan polio di Tanah Air.

Maka dari itu, menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan M Subuh, minimal 23,7 juta anak usia 0-59 bulan yang menjadi sasaran harus diberi vaksin polio tanpa memperhatikan status imunisasi polio sebelumnya.

"Ini (PIN Polio) ialah bagian komitmen global menuju eradikasi polio 2018," ujarnya, Sabtu (12/3) di Jakarta.

Polio atau poliomyelitis adalah penyakit menular akibat virus berbahaya. Virus polio menyerang sistem saraf dan bisa memicu kelumpuhan yang tak bisa dipulihkan serta terjadi dalam hitungan jam. Virus itu menyebar lewat kontak orang ke orang.

Saat anak terinfeksi polio liar, virus itu masuk ke tubuh lewat mulut, berkembang di usus, dan terbawa dalam kotoran. Virus pun menyebar, terutama di lingkungan tak sehat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengatasi gejala

Mayoritas pasien tak menunjukkan gejala, hanya mengalami gejala ringan, seperti demam, pusing, letih, muntah, kaku di leher, nyeri pada anggota badan, dan biasanya tak terdiagnosis.

Subuh menekankan, polio tak ada obatnya. Pengobatan yang diberikan hanya untuk mengatasi gejala. Meski terapi panas dan fisik dipakai untuk menstimulasi otot, kelumpuhan akibat polio tidak bisa dipulihkan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coulrophobia
Coulrophobia
PENYAKIT
Tinnitus
Tinnitus
PENYAKIT
Rabun
Rabun
PENYAKIT
Penis Lecet
Penis Lecet
PENYAKIT
Gastroschisis
Gastroschisis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.