Kompas.com - 21/03/2016, 19:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Baru-baru ini petugas dari Dinas Peternakan DKI Jakarta membasmi puluhan ekor unggas yang terindikasi virus flu burung di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Penyakit flu burung atau influenza pada unggas (Avian Influenza/AI) adalah suatu penyakit zoonosis, atau penyakit hewan yang bisa menular ke manusia. Penyebabnya adalah,virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.

Gejala yang biasa timbul adalah demam (di atas 38 C), batuk (biasanya kering atau produktif dahak),sakit tenggorokan, nyeri otot, mual, muntah, diare, sakit kepala, nyeri sendi, lesu, sekresi hidung (pilek), insomnia, infeksi mata.

Pencegahan
Untuk mencegah penularan virus flu burung, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

1. Menggunakan masker dan sarung tangan ketika berdekatan dengan unggas, termasuk tempat pemeliharaannya.

2. Jarak antara tempat pemeliharaan unggas dengan pemukiman, minimal 25 meter.

3. Mencuci tangan, atau lebih baik mandi, setelah berdekatan atau memegang unggas.

4. Jangan menyentuh secara langsung unggas yang sudah mati, kotoran maupun jeroannya

5. Bila membeli daging ayam, usahakan tanpa jeroan dan bagian sayap. Pada saat memasak daging ayam atau telurnya, hendaknya dipastikan panas api mencapai lebih dari 70C.

6. Cuci bersih tangan dan perabotan setelah memasak makanan dari unggas.

7. Hindari orang atau unggas yang terindikasi flu burung. Hubungi dinas kesehatan setempat jika Anda mencurigai ada orang atau unggas yang mati karena flu burung.

Sampai saat ini, vaksin untuk mencegah flu burung pada manusia, belum tersedia secara luas. Dikabarkan, pemerintah Amerika Serikat memiliki vaksin flu burung, tapi itupun tidak bisa mencegah semua jenis strain virus.

Pencegahan dengan cara memerhatikan sanitasi diri sendiri dan lingkungan, masih merupakan cara terbaik mencegah kita tertular flu burung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.