Kompas.com - 23/03/2016, 15:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Dengan konsumsi lebih sedikit daging dan lebih banyak buah dan sayuran, dunia bisa menghindari berjuta kematian pada tahun 2050.

Selain itu, dunia juga bisa mengurangi emisi bumi dan pemanasan secara substansial serta menyimpan miliaran dolar dalam biaya perawatan kesehatan dan kerusakan akibat perubahan iklim, kata peneliti.

Itulah hasil dari sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.

Menjadi studi yang pertama yang memperkirakan peningkatan kesehatan serta perbaikan iklim sebagai dampak dari gerakan global menuju pola makan nabati.

“Pola makan tidak seimbang bertanggung jawab atas beban kesehatan terbesar di seluruh dunia, dan sistem pengolahan pangan dinilai telah menghasilkan lebih dari seperempat emisi gas rumah kaca,” kata pemimpin studi Marco Springmann dari Oxford Martin Programme on the Future of Food.

"Apa yang kita makan sangat mempengaruhi kesehatan pribadi kita dan lingkungan global.”

Para peneliti dari Oxford University mengamati, mengadopsi pola diet sejalan dengan pedoman global, yaitu dengan mengonsumsi sayur dan buah serta mengurangi asupan daging merah, dapat menghindari 5,1 juta kematian per tahun pada tahun 2050.

Ketika berbicara tentang perubahan iklim, pola diet yang mengurangi asupan daging akan mengurangi emisi yang berhubungan dengan makanan sebesar 29 persen, mengadopsi diet vegetarian akan memotong sebesar 63 persen, dan diet vegan 70 persen.

Pergeseran diet bisa menghasilkan penghematan sebesar 700-1.000 miliar dolar per tahun untuk biaya kesehatan, perawatan, serta kehilangan hari kerja akibat sakit.

Para peneliti menemukan, tiga perempat dari semua manfaat akan terjadi di negara berkembang, meskipun dampak per kapita akan lebih terasa di negara-negara maju akibat tingkat tingkat konsumsi daging dan obesitas yang lebih tinggi.

Misalnya, konsumsi daging merah yang lebih sedikit dan meningkatnya asupan buah dan sayur yang lebih banyak memiliki efek terbesar di Asia Timur, Barat dan Amerika Latin karena ditemukan menjadi faktor terbesar dalam memotong kematian di wilayah tersebut.

Sedangkan, asupan kalori yang lebih rendah akan menurunkan jumlah orang dengan obesitas, sehingga memainkan peran kunci dalam meningkatkan kesehatan di Mediterania Timur, Amerika Latin dan negara-negara Barat, kata studi tersebut.

Tapi itu tidak akan mudah. Untuk mencapai diet yang sesuai pedoman tersebut memerlukan peningkatan 25 persen dalam konsumsi harian buah-buahan dan sayuran serta mengurangi jumlah asupan daging merah sebanyak 56 persen.

"Kami tidak mengharapkan semua orang untuk menjadi vegan," tambah Springmann. "Tapi, perubahan iklim yang buruk akibat sistem pangan seperti sekarang ini akan sulit diatasi, bila hanya mengandalkan teknologi. Mengadopsi pola diet sehat dan lebih ramah lingkungan dapat menjadi langkah besar untuk memperbaiki kesehatan global,” saran peneliti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Yahoo News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.