Kompas.com - 01/04/2016, 10:45 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi di bidang fungsi reproduksi terus berkembang. Selain bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF), saat ini ada metode simpan beku sel telur untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Simpan beku sel telur sangat membantu wanita dengan kasus medis tertentu, seperti sakit kanker. Seperti diketahui, kemoterapi dan radioterapi untuk terapi  kanker tak hanya bekerja membunuh sel-sel kanker, tetapi juga sel sehat, termasuk sel telur. Pasien kanker pun berisiko sulit memiliki keturunan setelah selesainya pengobatan.

"Kita bisa mengembangkan preservasi fungsi reproduksi. Meski dia belum menikah, bisa disimpan dulu sel telurnya," ujar dokter spesialis obstetri dan ginekologi Budi Wiweko.

Sel telur akan disimpan dalam suhu di minus 196 derajat celcius. Saat wanita ingin memulai kehamilan, sel telur tersebut akan kembali digunakan dengan fungsi yang masih sama, namun melalui metode bayi tabung.

Di luar negeri, simpan beku sel telur juga dimanfaatkan para wanita yang ingin menunda kehamilan karena berbagai alasan. Seiring bertambahnya usia, organ reproduksi juga mengalami penuaan. Cadangan sel telur semakin lama berkurang hingga akhirnya habis dan wanita mengalami menopause.

Namun, ada juga perempuan muda yang cadangan sel telurnya sedikit atau tidak sesuai dengan usia kronologis. Hal itu disebabkan oleh masalah genetik dan juga gaya hidup tidak sehat.

"Ada perempuan 20 tahun, tapi usia biologisnya 40 tahun," kata dokter yang akrab disapa Iko itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Teknik simpan beku sel telur ini juga bisa dilakukan pada wanita yang memiliki kelainan genetik tersebut. Iko mengatakan, teknologi simpan beku sel telur juga sudah bisa dilakukan di Indonesia. Belum semua negara di Asia yang bisa melakukan teknik ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Health
7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.