Kompas.com - 02/04/2016, 15:00 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak orangtua menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab anak lahir dengan autisme. Padahal, penyebab autisme atau dalam bahasa medis dikenal dengan gangguan spektrum autistik (GSA), hingga saat ini belum diketahui pasti.

Dokter spesialis kedokteran jiwa-konsultan psikiatri anak dan remaja, Ika Widyawati mengatakan, penelitian sejauh ini melihat adanya faktor genetik, gangguan neurologis dan biokimia di otak. Namun, belum jelas gen maupun kromosom apa yang menyebabkan autisme.

“Penyebab autisme ibarat puzzle, masih banyak potongan puzzle yang belum ditemukan,” kata Ika dalam diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Psikiater dari Klinik Tumbuh Kembang dan Edukasi Terpadu Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) ini mengatakan, ada beberapa area di otak anak dengan autism yang mengalami gangguan.

Ika menjelaskan, dalam otak ibaratnya terdapat banyak cabang-cabang yang menyampaikan impuls (rangsangan) dan terdapat neurotransmitter. Pada anak dengan autisme diketahui salah satunya memiliki neurotransmitter dopamin yang berlebihan sehingga menghambat penyampaian impuls di otak.

Cabang-cabang di  otak anak dengan autisme juga diketahui lebih pendek. “Akibatnya,  autisme memiliki keterlambatan dalam beberapa perkembangan, termasuk perkembangan intelektual,” jelas Ika.

Ika juga menegaskan, autisme bukan disebabkan oleh pemberian vaksin. Tidak ada vaksin yang dapat menyebabkan anak menjadi autisme di kemudian hari. Isu tersebut sempat membuat kasus infeksi menjadi tinggi karena banyak orangtua tidak memberikan anak imunisasi.

Gangguan autisme umumnya muncul pada usia dini, yaitu di bawah 3 tahun. Dibanding perempuan, anak laki-laki lebih banyak ditemui dengan autisme. Penyebab mengapa anak laki-laki lebih banyak mengalami autisme juga belum diketahui pasti.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X