Kompas.com - 04/04/2016, 11:15 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Ketika hewan kehilangan nyawanya, mereka mengeluarkan bau yang tidak sedap yang dihasilkan oleh putresin, suatu senyawa kimia yang dihasilkan dari pemecahan asam lemak di dalam jaringan mayat yang membusuk. Penelitian terbaru menunjukkan, bahwa manusia juga memahami dan menanggapi aroma ini sebagai ancaman.

"Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa senyawa kimia tertentu (putresin) dapat ditanggapi sebagai sinyal ancaman," tulis Dr. Arnaud Wisman, penulis dan psikolog di University of Kent, dan Dr. Ilan Shrira, dan asisten profesor psikologi di Arkansas Tech University.

"Selama ini, beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bukti bahwa sinyal ancaman masuk ke dalam otak manusia melalui transmisi keringat."

 

Kekuatan aroma

Kita tidak selalu tahu alasan mengapa kita tidak menyukai aroma tertentu. Juga tidak sadar betapa aroma mampu memengaruhi emosi, pilihan dan prilaku, demikian menurut Wisman dan Shrira.

Di dunia hewan, aroma adalah faktor fundamental untuk bertahan hidup. Beberapa studi mengungkapkan bahwa putresin dapat bertindak sebagai sinyal sensori kimia untuk meninggalkan suatu area.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manusia juga memberi respon yang sama terhadap ancaman yang nyata di hadapannya. Ancaman itu, umumnya meningkatkan kewaspadaan dan mempertajam reaksi, serta membuat kita siap untuk "melawan atau pergi," jelas para peneliti.

Meskipun banyak yang percaya bahwa melawan adalah respon manusia yang paling umum dalam menghadapi ancaman, peneliti mengatakan bahwa sebenarnya respon manusia yang disukai dalam banyak kasus adalah pergi.

Untuk menggarisbawahi pendapat mereka, para peneliti mengutip sebuah studi di mana para relawan dihadapkan pada orang asing yang mengancam dan kebanyakan mereka memilih cara menghindari agresi dengan menjauhkan diri, dan hanya melawan jika opsi pergi tidak ada.

Berangkat dari berbagai penelitian terakhir mengenai hubungan aroma dengan perilaku, Wisman dan Shrira menjadi bertanya-tanya, akankah putresin juga memengaruhi respon manusia?

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.