Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/04/2016, 21:55 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Berdasarkan data survei U.S. National Survey of Families and Households kepada 2.400 pasangan menikah, seks bisa meningkatkan kebahagiaan karena membuat orang merasa lebih puas dalam hubungan mereka.

 

Sayangnya, tak semua pasangan memiliki hubungan seks yang cukup,, seiring perjalanan mereka. Jadi, perlukah menjadwalkan hubungan seks?

 

"Untuk beberapa pasangan, menjadwalkan seks bisa sangat efektif dan bekerja dengan sangat baik," kata Vanessa Marin, seorang terapis seks yang berbasis di Berlin. "Hanya saja, bagi pasangan lainnya, penjadwalan seks bisa menjadi “mengerikan”, seperti menambah tekanan atau bahkan menjadi sebuah rutinitas saja."

 

Sehingga Marin merekomendasikan, ketimbang membuat jadwal, pasangan sebaiknya memulai untuk merencanakan waktu yang berkualitas bersama-sama, hanya berdua. Idealnya, seperti menghabiskan waktu sekitar 20 menit sehari tanpa televisi dan gadget.

 

Tetapi untuk pasangan ekstra sibuk, cukup melakukan 5 menit sehari, kata Marin. Sehingga hasrat seks bisa datang dengan sendirinya tanpa “dipaksa”.

 

Meskipun penjadwalan seks dapat membantu pasangan yang ingin berhubungan seks lebih sering, namun bila tak kunjung menemukan waktu, pasangan cenderung menjadi stres.

 

"Jika ada masalah psikologis seperti stres atau kecemasan, maka penjadwalan seks mungkin hanya akan menambah tekanan," kata Acacia Parks, profesor psikologi di Hiram College.

 

Jadi, seberapa sering Anda perlu berhubungan seks untuk mendapatkan manfaat sehat?

Sebuah penelitian baru menemukan, meskipun orang yang sudah menikah berkomitmen untuk memiliki lebih banyak hubungan seks, namun rasa bahagia dan manfaat sehat yang didapat oleh pasangan yang hampir setiap hari melakukan hubungan seks, nyatanya sama dengan mereka yang melakukannya hanya seminggu sekali.

 

"Saya pikir pasangan bisa merasa tertekan saat mencoba menjadwalkan seks sesering mungkin," kata Amy Muise, seorang peneliti postdoctoral di Dalhousie University Kanada.

 

Sekali seminggu, terdengar lebih realistis untuk memperbaiki kualitas kehidupan seks ketimbang memaksakan diri harus berhubungan seks setiap hari, lanjut Muise, penulis utama dari studi yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science.

 

Menurut Muise, peserta dalam penelitiannya melaporkan berhubungan seks di malam hari sebelum mereka tidur.

 

Meski waktu terbaik untuk berhubungan seks adalah di pagi hari, di mana kadar testosteron sedang tinggi-tingginya dan mendorong hasrat seksual, di sisi lain seks pada malam hari bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak. Sebab hormon yang dilepaskan selama orgasme bisa membantu Anda rileks dan merasa lelah.

 

Muise melanjutkan, “jika hari kerja membuat malam Anda terasa begitu lelah, Anda bisa mencobanya pada akhir pekan. Mulailah dengan menghabiskan waktu hanya berdua.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber foxnews
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+