Kompas.com - 15/04/2016, 15:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Hanya mengalami lecet atau tidak mengalami luka berdarah-darah saat kecelakaan hebat bukan jaminan bebas dari masalah kesehatan serius.

Benturan pada kepala misalnya. Meski bagian kepala tidak mengalami luka fisik, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami benturan keras.

Dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Ferry Senjaya menceritakan, terkadang pasien tak menyadari jika benturan pada kepalanya menyebabkan cedera atau gegar otak.

Gegar otak atau cedera kepala memikili derajat ringan hingga berat. Dalam kasus yang ringan, pasien masih sadarkan diri. Sedangkan, cedera otak berat, pasien sudah tak sadarkan diri atau pingsan dalam waktu lama, bahkan koma.

"Kalau ringan, manifestasinya bisa pasien merasa mual dan sakit kepala," kata Ferry dalam diskusi "Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Pekerja" di RS Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (14/4/2016).

Dokter yang biasa mengatasi trauma kepala di Trauma Center RS Siloam TB Simatupang ini mengatakan, gegar otak ringan pun tak bisa dianggap sepele karena berisiko mengalami pendarahan.

"Awalnya benturan saja, lalu ada pendarahan sedikit, makin lama pendarahan makin numpuk di otak, kesadaran pasien bisa menurun," terang Ferry.

Untuk memastikan kondisi kepala setelah mengalami benturan, perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan. Jika mengalami pendarahan, operasi harus dilakukan secepat mungkin. "Kalau cepat dioperasi, besoknya pasien sudah bisa sadar lagi. Kalau terlambat, pasien bisa meninggal. Bedanya sangat signifikan, hanya hitungan jam," kata Ferry.

Ia mengingkatkan, saat mengalami kecelakaan, misalnya kecelakaan lalu lintas maupun terjatuh, jangan hanya memperhatikan luka yang tampak dari luar. Luka bagian dalam yang tidak terlihat justru penting karena berkaitan dengan sistem organ tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Health
4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

Health
Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Health
Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Health
4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.