Kompas.com - 15/04/2016, 17:11 WIB
Ilustrasi. ThickstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, olahraga benar-benar efektif menekan rasa lapar, setidaknya setelah Anda selesai berlari di treadmill.

Para peneliti berusaha untuk membandingkan hasil pengurangan kalori melalui olahraga dengan diet makanan.

Dalam studi pertama, peneliti melihat perubahan hormonal dan perilaku dari 12 perempuan muda yang sehat selama sembilan jam pada satu hari. Satu kelompok perempuan berusaha mengurangi kalori dengan membatasi asupan makanan, sedangkan kelompok lainnya mengurangi kalori melalui latihan.

Para peneliti mendapati, mereka yang mengurangi asupan makanan lebih banyak memroduksi ghrelin, yang juga dikenal sebagai "hormon lapar”.

Wanita yang diet makanan juga mengonsumsi rata-rata 944 kalori ketika disajikan makanan prasmanan, sedangkan kelompok wanita yang memilih olahraga mengambil sekitar 660 kalori pada waktu yang sama.

Untuk studi kedua, peneliti ingin melihat apakah olahraga menimbulkan efek kelaparan pada wanita maupun laki-laki.

Ketika 10 laki-laki dan 10 wanita diminta untuk berjalan selama 60 menit pada periode pengujian tujuh jam, para ilmuwan tidak melihat perbedaan dalam tingkat lapar, hormon yang berhubungan dengan rasa lapar, atau asupan makanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Jackie Buell PhD, RD, asisten profesor Ilmu Kesehatan dan Diet di University Wexner Medical Center Ohio State, ada alasan mengapa lapar bisa hilang setelah olahraga.

Buell mengatakan, bahwa pacuan adrenalin saat berolahraga menyebabkan tubuh mematikan beberapa fungsi sesaat yang tidak perlu, seperti rasa ingin makan. Tapi saat tubuh mulai rileks, keinginan makan pasti akan kembali.

Agar tak mengarah ke makan berlebihan, Lisa Moskovitz, RD, pendiri New York Nutrition Group menyarankan, "Jenis makanan terbaik untuk pemulihan lapar pasca olahraga meliputi protein dan karbohidrat. Protein membantu memperbaiki jaringan otot, yang kemudian meningkatkan kekuatan dan otot pertumbuhan, dan karbohidrat membantu memfasilitasi penyerapan protein ke dalam sel."

Moskovitz biasanya merekomendasikan rasio 1:1 antara protein dan karbohidrat, yang berarti kira-kira 20 sampai 30 gram protein dan 20 sampai 30 gram karbohidrat, setengah jam atau satu jam setelah latihan dalam porsi kecil, atau masing-masing 3 sendok makan.

"Coba secangkir kecil yogurt dicampur dengan satu sendok teh madu dan setengah cangkir sereal," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Yahoo News
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Perimenopause
Perimenopause
PENYAKIT
Acrophobia
Acrophobia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.