Kompas.com - 20/04/2016, 07:51 WIB

KOMPAS.com - "Pendapat lama yang menyatakan kalau kesehatan tubuh dan kesehatan mental tidak saling terhubung sudah tak relevan lagi," kata Ben Michaelis PhD, seorang psikolog klinis evolusioner dan penulis buku Your Next Big Thing: 10 Small Steps to Get Moving and Get Happy.

"Tubuh adalah pikiran dan pikiran adalah tubuh. Ketika Anda mengurus tubuh dengan baik, maka semua sistem yang Anda miliki, termasuk pikiran, akan terpelihara dengan baik pula.”

Tak perlu dikatakan lagi, untuk depresi berat, konsultasi dengan dokter sangat perlu dilakukan, kata Michaelis. Tapi, tidak ada salahnya mulai menyelipkan jadwal olahraga dalam rutinitas Anda.

Penelitian menunjukkan, bahwa olahraga bisa membantu meringankan gejala depresi atau kecemasan. Berikut olahraga terbaik untuk mengurangi rasa cemas dan depresi.


Berjalan santai

Berjalan adalah salah satu olahraga terbaik untuk kesehatan Anda. Mulai dari membakar kalori, mengurangi keinginan makanan, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Berjalan selama lima menit sehari bahkan bisa membantu Anda hidup lebih lama, menurut penelitian.

“Selain itu, olahraga juga mampu meningkatkan mood dalam berbagai cara,” kata Michaelis. "Seperti neurotransmiter serotonin dan norepinefrin, baik selama dan setelah berolahraga, yang menimbulkan rasa bahagia," ia menjelaskan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam studi yang diterbitkan dalam Journal of Psychiatry & Neuroscience, peneliti menemukan bukti bahwa olahraga dapat bekerja mirip dengan antidepresan, mengurangi gangguan depresi mayor dengan mempromosikan pertumbuhan neuron baru di otak.


Mendaki menikmati pemandangan alam

Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan mental, pertimbangkan untuk pergi ke alam. "Alam memiliki efek menenangkan pikiran," kata Michaelis.

"Ada bukti bahwa berada sekitar tanaman dan pohon dapat membantu mengurangi kecemasan karena tanaman memancarkan bahan kimia untuk memperlambat proses pembusukan mereka, yang tampaknya memperlambat kita juga."

Dalam sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam Environmental Health and Preventive Medicine, peneliti Jepang mengirim peserta ke daerah berhutan maupun perkotaan.

Mereka menemukan, bahwa peserta yang telah menjalani 20 menit "mandi hutan" (alias berjalan di hutan), memiliki kadar hormon stres yang lebih rendah ketimbang peserta yang berada di kota.


Yoga

Dalam sebuah penelitian kecil tahun 2007 diterbitkan dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, semua peserta studi yang telah mengambil kelas yoga mengalami pengurangan depresi, kemarahan, kecemasan, dan gejala neurotik yang signifikan.

Sehingga, temuan tersebut membuat peneliti merekomendasikan yoga sebagai pengobatan komplementer untuk depresi.

"Hal yang hebat tentang yoga adalah bahwa selain penguatan inti otot, ada fokus yang luar biasa pada pernapasan, yang membantu untuk memperlambat dan menenangkan pikiran," kata Michaelis.

Para ahli percaya, bahwa fokus yoga pada nafas sangat bermanfaat untuk kesehatan mental Anda. Karena akan sulit untuk menjadi cemas, ketika Anda bernapas dalam-dalam.

Untuk merasakan keuntungan dari manfaat pernapasan, Michaelis menyarankan Anda untuk mencoba trik yoga yang dipopulerkan oleh Andrew Weil, MD, yang disebut teknik pernapasan 4-7-8.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.