Kompas.com - 23/04/2016, 17:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Risiko seseorang memiliki kadar kolesterol tinggi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa dari faktor ini bisa kita tekan dengan melakukan perubahan gaya hidup.

Kadar kolesterol tinggi tidak selalu menimbulkan gejala, dan biasanya baru terdeteksi ketika kita melakukan cek darah untuk medical check up.

Kolesterol merupakan komponen lemak yang dibuat oleh liver dan ditemukan pada beberapa jenis makanan, seperti susu berlemak, telur, dan juga daging.

Tubuh sebenarnya memerlukan kolesterol untuk berfungsi optimal. Namun, jika kadar kolesterol jahat (LDL) terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kolesterol jahat meningkat, ada yang bisa kita kendalikan, ada juga yang yang tidak.

Faktor yang tidak bisa dikendalikan
- Genetik.
Familial hypercholesterolaemia merupakan kolesterol tinggi yang dialami secara turun temurun dalam keluarga. Lakukan pengecekan kadar kolesterol sejak usia anak-anak.

- Jenis kelamin.
Setelah menopause, kadar LDL wanita akan meningkat sehingga harus berhati-hati pada risiko penyakit jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

- Usia
Pria berusia di atas 45 tahun dan wanita berusia di atas 55 tahun beresiko besar mengalami kolesterol tinggi.

- Etnis
Ada sejumlah etnis yang secara alami memiliki kolesterol tinggi, misalnya saja dari Asia seperti India, Pakistan, atau Sri Langka.

Faktor yang bisa dikendalikan
- Pola makan
Bila Anda memiliki pola makan yang banyak mengonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, serelia utuh, serta ikan, kemungkinan kadar kolesterol Anda tetap dalam batas normal.

Halaman:

Sumber WEBMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.