Kompas.com - 04/05/2016, 17:09 WIB
Presiden ketiga RI, BJ Habibie KOMPAS.com/ICHA RASTIKAPresiden ketiga RI, BJ Habibie
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Ketiga Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie telah terdaftar sebagai pendonor di Bank Mata Indonesia. Hal itu disampaikan dalam acara peluncuran program "Sepuluh Ribu Mata" oleh Pollux Habibie International, Selasa (3/5/2016).

"Pak Habibie telah terdaftar (pendonor mata). Ibu Ainun dulu juga (terdaftar sebagai pendonor), tetapi karena ibu meninggal kondisinya berat, juga ada faktor kanker, jadi tidak bisa jadi donor saat itu," ujar Ketua Bank Mata Indonesia Tjahjono Gondhowiardjo.

Mereka yang terdaftar sebagai pendonor mata, menyatakan kesediaan memberikan kornea mata jika meninggal nanti.

Menyumbangkan kornea mata, artinya memberikan penglihatan kepada orang-orang yang tidak bisa melihat sebelumnya.

Tjahjono mengungkapkan, menjadi pendonor mata tidak terbatas usia. Jika kondisi mata sehat, siapa pun bisa menjadi donor mata. Mereka yang masih muda belum tentu lebih sehat dari mereka yang bisa hidup sampai usia tua.

"Ada pasien yang dioperasi saat usia 40 tahun. Dia mendapat donor dari orang berusia 80 tahun. Sekarang, orang yang dioperasi itu sudah berusia 80 tahun juga. Bayangkan, pada matanya ada kornea hidup 120 tahun," jelas Tjahjono.

Perlu diingat juga, pihak Bank Mata tidak mengambil satu bola mata utuh dari pendonor, melainkan hanya bagian korneanya saja. Setelah itu akan dihitung jumlah selnya. Jika jumlah sel mencukupi dan dinyatakan sehat, kornea mata bisa dipindah ke mata penerima donor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tjahjono berharap banyak orang mengikuti langkah Habibie dan Ainun. Ia mengatakan, sangat banyak masyarakat Indonesia yang mengantre mendapat donor mata.

"Sampai saat ini kita masih tergantung dari luar negeri, seperti Filipina dan Srilanka. Di Indonesia sangat sedikit, hanya 20 kornea yang sudah didonorkan dalam waktu 3-4 tahun. Padahal yang menunggu sangat banyak," kata Tjahjono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Parafimosis
Parafimosis
PENYAKIT
Nyeri Mata
Nyeri Mata
PENYAKIT
Asam Urat
Asam Urat
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.