Kompas.com - 04/05/2016, 20:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Program bayi tabung adalah salah satu pilihan bagi pasangan infertilitas yang ingin memiliki keturunan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasangan untuk meningkatkan peluang kehamilan dengan bayi tabung. Salah satunya adalah menghindari stres saat akan menjalani program bayi tabung.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Klinik Teratai Rumah Sakit Gading Pluit, Irsal Yan mengungkapkan, kondisi stres dari pasangan suami istri dapat memperkecil kemungkinan untuk hamil.

"Faktor psikologi memengaruhi keberhasilan bayi tabung. Berdasarkan penelitian, keberhasilan bayi tabung mencapai 37 persen, tetapi jika psikologisnya terganggu, misalnya stres, keberhasilannya turun jadi 19 persen," ujar Irsal dalam diskusi Bring Hope To Reality di Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Menurut Irsal, dokter yang menangani pasangan program bayi tabung harus bisa menjelaskan dengan baik mengenai faktor keberhasilan dan kemungkinan yang akan terjadi ketika menjalani program bayi tabung.

Sementara itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi I Gusti N Elbatiputera mengatakan, pasangan yang psikologisnya terganggu bisa mendapat pendampingan dari psikolog.

Jika sedang stres hingga depresi, menurut Elbatiputera sebaiknya pasangan menunda dulu program bayi tabung.

"Kalau enggak mungkin ikut siklus bulan ini, ya ditunda dulu, selesaikan dulu permasalahannya," kata dokter yang juga praktek di Klinik Teratai Rumah Sakit Gading Pluit itu.

Di Klinik Teratai sendiri telah menghasilkan 300 bayi melalui program bayi tabung sejak dilakukan pertama kali tahun 2007.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, 52 persen masalah infertilitas berasal dari pria dan 47 persen adalah wanita dengan masalah sistem reproduksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Atresia Ani
Atresia Ani
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Diabetes?

Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Diabetes?

Health
Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Health
Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
Sindrom Cushing

Sindrom Cushing

Penyakit
7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

Health
5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

Health
4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Health
Penyakit Paru Interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Penyakit
Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.