Kompas.com - 07/05/2016, 12:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Selama satu dekade, ribuan petani di negara tropis di seluruh dunia menderita penyakit misterius yang menyebabkan ginjal mereka rusak.

Mata mereka menjadi kuning, tubuh bengkak, dan otot-otot secara bertahap menjadi kaku, serta ginjal mereka tanpa disadari rusak, sampai akhirnya penderitanya meninggal dunia.

Gejala-gejala itu sebenarnya mirip dengan penyakit ginjal kronik (PGK) stadium lanjut. Pada umumnya, di seluruh dunia, PGK disebabkan karena hipertensi yang parah atau diabetes. Tetapi, pada para petani itu, pemicu gangguan ginjal mereka bukanlah penyakit itu.

Sampai saat ini, penyakit ginjal tersebut masih belum diketahui penyebabnya. "Secara global, belum ada yang tahu," kata Neil Pearce, profesor epidemiologi dan biostatistik dari London.

Kejadian penyakit ginjal misterius tersebut lebih tinggi pada negara-negara di ekuator, seperti Sri Lanka, Central America seperti Guatemala, El Savador, Nikaragua, atau di India dan Mesir.

Di Nikaragua, hampir 46 persen kematian pada laki-laki disebabkan karena penyakit ini, sedangkan di Sri Lanka ada 2,9 juta orang yang berisiko tinggi menderita penyakit ginjal tersebut.

Baru-baru ini para ahli menamai penyakit ginjal itu sebagai penyakit ginjal kronik dengan etiologi tidak diketahui (chronic kidney disease of unknown etiology/CKDu).

Pemerintah Sri Lanka belum lama ini mengundang para pakar dari seluruh dunia, bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencari jawaban dari CKDu.

Udara panas

CKDu paling banyak diderita petani di daerah pesisir, di mana sebagian besarnya bekerja di cuaca yang sangat panas, tetapi juga di dataran rendah yang tingkat kelembabannya tinggi.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.