Kompas.com - 09/05/2016, 15:15 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Penelitian baru yang dilakukan pada tingkat populasi di Australia menghitung berapa banyak jam tidur para orangtua baru jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang belum memiliki anak.

Hasil survei menunjukkan bahwa ayah dari anak-anak yang masih balita kehilangan 1-4 jam tidur setiap minggu, sedangkan ibu dari anak-anak tersebut kehilangan jam tidur hingga sembilan jam setiap minggu.

Banyak orangtua yang tidur kurang dari 49 jam per minggu, jumlah jam yang direkomendasikan oleh National Sleep Foundation, kata penulis studi Francisco Perales, seorang peneliti dari Institut Penelitian Ilmu Sosial di Universitas Queensland di Australia.

"Situasi ini sangat mengkhawatirkan bagi ibu dan ayah dari anak-anak balita yang kekurangan jam tidur hingga 4-7 jam seminggu," katanya kepada HuffPost.

Para peneliti menggunakan survei nasional yang mengumpulkan data dari 10.706 orang usia 20 sampai 55.

Responden diminta mengungkapkan berapa total yang mereka dapat, baik di hari kerja maupun akhir pekan. Mereka diminta untuk memberikan peringkat kualitas tidur secara keseluruhan dalam skor: sangat baik, cukup baik, cukup buruk atau sangat buruk.

Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata pria dan wanita tanpa anak-anak memiliki jam tidur sebanyak 50 dan 51 jam seminggu, sementara jam tidur mingguan untuk ayah dan ibu dari satu anak rata-rata adalah 49 jam dan 48 jam.

Untuk ayah dan ibu dengan dua anak, jumlah jam tidur mingguan turun menjadi 47,5 dan 45 jam, dan jam tidur mingguan semakin menurun pada ayah dan ibu dari tiga anak yaitu 46 dan 42 jam seminggu.

Data juga menunjukkan bahwa kualitas tidur akan semakin menurun untuk ayah dan ibu yang memiliki banyak anak dan kualitas tidur secara konsisten memiliki efek yang lebih buruk bagi perempuan dibandingkan dengan laki-laki.

“Kurang tidur sendiri terkait dengan peningkatan risiko obesitas, stroke, diabetes, penyakit jantung dan beberapa jenis kanker,” kata Perales.

"Kerugian para wanita bila memiliki jam tidur yang kurang ialah melemahnya tubuh dalam melakukan aktivitas berat, seperti pekerjaan rumah atau lainnya,” lanjutnya.

Para peneliti menyarankan para orangtua untuk berbagi tugas rumah tangga dengan bijak, sehingga urusan rumah dan anak bisa terselesaikan dengan lebih cepat dan tak hanya menjadi tugas wanita.

Para orangtua juga disarankan untuk beristirahat ketika memiliki waktu luang dan tak bermain-main dengan waktu tidur yang kurang.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X