Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/05/2016, 15:45 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Mumpung masih muda maka boleh makan sesukanya? Kalimat tersebut tak berlaku jika Anda ingin sehat di masa mendatang.

Menurut penelitian terbaru, pola makan saat remaja memengaruhi kesehatan di kemudian hari. Pada remaja wanita, pola makan berkaitan dengan risiko kanker payudara.

Makan sehat yang dimaksud adalah banyak konsumsi buah-buahan dan sayuran sejak remaja.

Peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Maryam Farvid dan ilmuwan dari Harvard T. H. Chan School of Public Health, mempelajari bagaimana pola makan saat remaja memengaruhi risiko kanker.

Mereka menganalisis hasil Nurses Health Study, yaitu survei terhadap para perawat yang mengisi kuisioner mengenai pola makan dan hasil kesehatan, termasuk kanker. Setengah dari 90.000 wanita yang mengikuti survei tersebut diminta menjawab pertanyaan mengenai pola makan saat remaja.

Hasilnya, mereka yang rata-rata konsumsi tiga porsi buah per hari memiliki risiko 25 persen lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang hanya makan setengah porsi buah.

Buah-buahan yang kaya antioksidan dapat memberi perlindungan terhadap kanker payudara. Buah yang membantu menurunkan risiko kanker payudara itu antara lain apel, pisang, anggur, dan jeruk. Farvid mengungkapkan, buah-buahan tersebut berserat dan tinggi flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan untuk memerangi kerusakan sel yang dapat memicu pertumbuhan abnormal.

Penelitian ini juga menekankan pentingnya makan buah utuh, bukan jus buah. Buah utuh dinilai lebih memiliki nutrisi lengkap.

"Buah menurunkan risiko kanker payudara karena mengandung serat, sedangkan jus buah alami sering tidak memiliki serat di dalamnya," kata Farvid.

Sementara itu, penelitian lainnya yang juga dipublikasikan di BMJ, menemukan wanita yang konsumsi minuman alkohol dua kali per hari berisiko 30 persen terkena kanker payudara.

Menurut Farvid, penelitian ini juga penting bagi sekolah-sekolah untuk menyediakan makanan sehat atau masuk dalam program makan sehat di sekolah.

Ia mengatakan, banyak penyakit kronis karena pola makan yang tidak sehat selama bertahun-tahun. Untuk itu, kebiasaan makan sehat seharusnya sudah diterapkan sejak dini.

"Studi ini menggarisbawahi pentingnya apa yang seorang gadis muda makan untuk kesehatan di masa depannya," kata Farvid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber time.com
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+