Pernah Dioperasi Caesar, Tak Disarankan Melahirkan di Rumah

Kompas.com - 20/05/2016, 14:10 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Belakangan ini sejumlah wanita memilih melahirkan di rumah. Dokter memperingatkan wanita yang pernah dioperasi caesar sebaiknya menghindari ini karena mereka lebih berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Temuan itu berawal dari analisis kurang lebih 2,4 juta kelahiran antara tahun 2007 dan 2013. Dari data itu, 4.500 kelahiran dilakukan di rumah dibantu bidan.

Studi tersebut menemukan, kelahiran di rumah bagi wanita dengan riwayat operasi caesar ada hubungannya dengan risiko lebih besar untuk komplikasi neurologis pada bayi atau bayi lahir meninggal.

"Ini langka," kata pemimpin penelitian Dr Amos Grunebaum, kepala persalinan di New York-Presbyterian Hospital/Weill Cornell Medical Center di New York. "Tetapi, ketika terjadi sangat membahayakan. Di rumah sakit dapat dilakukan segera operasi caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Hal ini tak mungkin dilakukan di rumah," katanya.

Grunebaum mempresentasikan temuannya di pertemuan tahunan American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) di Washington DC. Riset yang dipresentasikan pada pertemuan itu dianggap masih awal sampai diterbitkan di peer-reviewed journal.

Saran ACOG saat ini menyatakan bahwa pusat persalinan dan rumah sakit adalah tempat teraman untuk melahirkan.

Namun, wanita juga punya hak membuat keputusan sendiri dari informasi medis yang diterimanya di mana ia akan melahirkan.

Tetapi, melahirkan di rumah masih menjadi pengecualian aturan itu. Data sertifikat kelahiran di AS yang dipublikasikan awal tahun mengindikasikan jumlah bayi yang dilahirkan di luar rumah sakit meningkat dari kurang satu persen pada 2004 menjadi 1,5 persen di 2014.

Dr. Evan Myers, profesor obstetri dan ginekologi dari Duke University School of Medicine di Durham, N.C. mencatat bahwa satu abad kemajuan ilmu obstetri membuat kelahiran bayi semakin aman tanpa memandang lokasi.

"Tetapi wanita yang sebelumnya pernah dioperasi caesar memiliki bekas luka di rahim yang berisiko pecah saat melahirkan," jelas Myers. "Risiko masih rendah. Tetapi jika terjadi bakal menjadi buruk untuk si bayi dan ibu juga."

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X