Apakah Anda Hidup dengan Rasa Cemas dan Takut Menetap?

Kompas.com - 24/05/2016, 13:12 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Cemas merupakan salah satu bentuk emosi manusia terhadap ancaman. Ini hal yang normal sebagai cara kita beradaptasi. Meski begitu, gangguan kecemasan merupakan bentuk berbeda dan termasuk dalam penyakit mental.

Banyak orang tidak menyadari bahwa sebenarnya dirinya memiliki gangguan kecemasan. Mereka khawatir terhadap segala hal walau apa yang mereka anggap ancaman itu sebenarnya tidak nyata.

Penyebab gangguan kecemasan bisa karena rasa trauma, fobia, atau masalah psikologis lain yang tersembunyi.

Ada beberapa tipe gangguan kecemasan (anxiety), misalnya saja gangguan kecemasan umum, gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, dan gangguan stres pascatrauma.

Setiap tipe memiliki gejala spesifik, tetapi juga terkadang berbeda pada setiap orang. Misalnya saja, ada orang yang cemas berada di kerumunan, sedangkan yang lain merasa takut untuk berbicara dengan orang lain.

Pada setiap tipe gangguan cemas, seseorang mengalami rasa takut, gelisah, atau cemas yang menetap dan luar biasa, bahkan meski orang lain di sekitarnya tidak memiliki reaksi serupa.

Orang dengan gangguan kecemasan sadar bahwa rasa takut mereka tidak masuk akal, tetapi mereka merasa tak berdaya untuk mengendalikan kecemasannya.

Gangguan cemas memiliki gejala emosional dan fisik. Walau berbeda pada tiap orang, tetapi ada sejumlah gejala yang dialami oleh penderita semua tipe gangguan kecemasan.

Gangguan emosional
Selain rasa takut dan cemas, seseorang akan mengalami kesulitan konsentrasi, susah beristirahat, depresi, perubahan mood, serta merasa dirinya gila (terutama saat serangan panik).

Gangguan fisik
Ada berbagai gejala fisik yang diderita orang yang mengalami gangguan kecemasan, beberapa di antaranya disebabkan oleh stres atau emosi yang terlalu intens.

Gejala fisik tersebut misalnya sakit kepala, sering sakit perut, pusing, diare, otot tegang, susah tidur, merasa kelelahan, gemetar, nyeri dada, berkeringat, dan napas sesak.

Bila gejala-gejala emosional dan fisik tersebut sebagian besar Anda alami, kemungkinan besar Anda memang memiliki gangguan ini. Konsultasikan dengan dokter psikiatri untuk mencari terapi pengobatannya.

Gangguan kecemasan bisa diatasi dengan obat-obatan, psikoterapi, atau mengatur pola makan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X