Cegah Keterbelakangan Mental, Cek Kadar Tiroid Bayi Anda!

Kompas.com - 24/05/2016, 21:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga berisiko terkena gangguan fungsi tiroid. Pada anak-anak, gangguan tiroid bisa terjadi sejak lahir, yaitu hipotiroid kongenital.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A (K) mengatakan, hipotiroid kongenital bisa menyebabkan bayi mengalami gangguan tumbuh kembang dan perilaku hingga retardasi mental jika tidak segera diobati.

Aman mengingatkan pentingnya melakukan screening atau penapisan hipotiroid kongenital terhadap bayi-bayi yang baru lahir.

"Saat lahir gejalanya enggak kelihatan. Jadi kalau enggak screening, ya enggak tahu. Kalau tunggu gejala muncul, kita takut ada keterlambatan pengobatan," kata Aman dalam jumpa pers Pekan Kesadaran Tiroid Internasional ke-8 di Jakata, Selasa (24/5/2016).

Pengecekan kadar tiroid idealnya 48-72 jam terhitung sejak bayi lahir. Jika terdeteksi hipotiroid kongenital, bayi tersebut akan langsung mendapat pengobatan untuk mencegah gangguan tumbuh kembang hingga keterbelakangan mental. 

Hipotiroid kongenital adalah kurangnya produksi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid yang terjadi sejak lahir. Padahal, hormon tiroid sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan tumbuh kembang bayi. Jika tidak segera diobati, dapat menurunkan kualitas hidup anak di masa mendatang.

Aman mengungkapkan, prevalensi hipotiroid kongenital di seluruh dunia, termasuk Indonesia diperkirakan 1 dari 3000 kelahiran bayi. Di Indonesia, jika rata-rata lahir 5 juta bayi per tahun, maka ada sekitar 1.600 bayi dengan hipotiroid kongenital setiap tahunnya.

Evie Yulin selaku Direktur Biopharma PT Merck Tbk mengungkapkan, angka pemeriksaan tiroid pada anak memang masih sangat rendah. Sebanyak 65 persen anak belum pernah menjalani pemeriksaan fungsi tiroid.

Screening hipotiroid kongenital sebenarnya telah menjadi standar pelayanan bagi semua bayi baru lahir, sesuai dengan Permenkes No. 25 Tahun 2014 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Anak dan Permenkes No.78 Tahun 2014.

Namun, belum semua rumah sakit melakukan screening tersebut. Orangtua juga perlu berinisiatif membawa bayinya ke rumah sakit untuk menjalani pengecekan kadar tiroid.

 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X