Kompas.com - 25/05/2016, 19:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Bahayanya

Walau kita merasa nyaman melakukan aktivitas sambil duduk, tetapi sebenarnya ada ancaman tersembunyi bagi kesehatan.

Sophia menjelaskan, bila kita kebanyakan duduk maka penggunaan otot-otot besar di tubuh akan menurun. Akibatnya kebutuhan tubuh akan gula dan lemak menurun. "Tubuh mengira kita tidak perlu energi," katanya.

Padahal, walau kita tak banyak memakai otot namun biasanya asupan kalori kita tidak berkurang. Hal ini bisa berakibat pada penumpukan lemak, peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. Lama kelamaan akan terjadi gangguan toleransi gula darah sehingga memicu penyakit diabetes. Sementara kadar kolesterol tinggi beresiko memicu penyakit jantung dan stroke.

Belum lagi gangguan kesehatan berupa postur tubuh yang berubah akibat kebanyakan duduk dan juga menurunnya kekuatan otot dan sendi.

Untuk mengurangi risiko penyakit akibat gaya hidup sedentari, Sophia menyarankan agar kita mengurangi frekuensi waktu duduk. Misalnya saja memilih berjalan kaki untuk ke tempat yang tak terlalu jauh, menonton televisi sambil melakukan aktivitas fisik, atau bangkit berdiri melakukan peregangan atau gerak badan setelah duduk selama satu atau dua jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.