Kompas.com - 27/05/2016, 16:21 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Ternyata, ada manfaat besar di balik camilan bernama cokelat. Tidak sekadar camilan lezat dan sehat, ternyata cokelat dapat menyelamatkan kesehatan ibu hamil dan janin. Sebab, cokelat dapat menurunkan risiko keracunan kehamilan cukup signifikan, yaitu mencapai 65%.

Keracunan kehamilan atau preeklamsia adalah gangguan kehamilan yang menjadi salah satu penyebab kematian ibu hamil dan janin.

kehamilan ditandai dengan tingginya tekanan darah, pembengkakan di beberapa bagian tubuh, dan lain-lain. Preeklamsi atau keracunan kehamilan juga berisiko menghambat tumbuh kembang janin, bahkan menyebabkan janin lahir prematur. Sampai saat ini penyebab keracunan kehamilan belum diketahui dengan pasti.

dengan camilan cokelat, risiko keracunan kehamilan (preeklamsi) dapat ditekan secara signifikan. Manfaat ini telah dibuktikan oleh tim dari Yale Center for Perinatal, Pediatric and Environmental Epidemiology, Universitas Yale di Amerika Serikat.

Mereka menyurvei lebih dari 2000 ibu yang baru melahirkan. Mereka mendapat pertanyaan berapa banyak cokelat yang dikonsumsi pada trimester pertama dan ketiga ketika hamil. Kemudian, para peneliti memeriksa kadar thebromine—zat kimia dalam cokelat—pada plasenta bayi baru lahir. Apa hasilnya?

Ibu yang makan cokelat lima kali atau lebih setiap minggu pada trimester pertama, hampir 20% berisiko lebih rendah mengalami preeklamsia dibandingkan ibu hamil yang hanya makan satu batang setiap minggu.

Pun ternyata 40% ibu yang makan 5 batang cokelat atau lebih setiap minggunya pada trimester ketiga tidak mengalami preeklamsia.

Penurunan risiko ini lebih besar persentasenya dibandingkan pada ibu yang makan cokelat hanya satu batang dalam seminggu pada trimester ketiga.

Ketua tim peneliti, Elizabeth Triche, menyimpulkan hal itu terjadi karena theobromine telah meningkatkan sirkulasi darah dalam plesenta dengan memblok zat kimia yang berkaitan dengan stres.

Selain itu, theobromine juga dapat menstimulasi jantung, merelaksasi otot-otot jantung dan memperbesar pembuluh darah ibu hamil.

Kesimpulannya, ibu dengan kadar theobromine yang tinggi menghadapi risiko preeklamsia yang lebih rendah hingga hampir 70%-nya dibandingkan mereka yang kadar theobromine-nya rendah.

Meski begitu, kata Triche, tentunya masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai berapa banyak kebutuhan cokelat dan tipe cokelat mana yang paling memberikan keuntungan. “Penelitian ini tidak dimaksudkan agar wanita hamil memakan cokelat semaunya.”

Tak hanya itu, cokelat juga bermanfaat untuk janin. Para peneliti dari Universite Laval Quebec City, Canada, mengatakan bahwa kadar flavonoid pada cokelat dapat meningkatkan pertumbuhan janin dan membuat plasenta lebih efisien.

Berapa banyak ibu hamil boleh mengonsumsi cokelat? Tidak ada anjuran gizi yang pasti untuk ini, namun demikian makan cokelat 2-3 kali seminggu atau minum susu cokelat tiap hari kiranya masih dapat diterima. Jadi, konsumsilah cokelat dalam takaran yang wajar atau secukupnya.

Setidaknya 1 ons sehari, karena sudah cukup mengandung 150 kalori. Selain itu, kombinasikan dengan buah-buahan dan kacang-kacangan untuk mendapatkan kandungan lemak baik dan antioksidan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.