Kompas.com - 03/06/2016, 15:47 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejatinya tak hanya lansia yang membutuhkan popok dewasa. Orang dewasa muda yang mengalami kondisi kesehatan tertentu juga. Popok celana yang mudah dipakai, tipis dan memiliki daya serap tinggi dibutuhkan mereka yang masih aktif berkegiatan.

Diperkirakan 80 persen lansia di Indonesia masih aktif bergerak atau beraktivitas namun dibantu orang lain.

"Sebanyak 90 persen dari mereka ini masih menggunakan popok dewasa berperekat. Sedangkan di Jepang 90 persen lansia menggunakan popok berbentuk celana yang lebih mudah digunakan," tutur brand manager popok dewasa Lifree, Daisuke Negishi.

Sejatinya, popok berbentuk perekat lebih tepat digunakan mereka yang terpaksa harus berbaring di tempat tidur. Mengenakan popok jenis ini lebih mudah dilakukan sembari berbaring. Sementara, popok berbentuk celana dirancang lebih mudah digunakan lansia aktif.

Popok celana ini lebih pas untuk mereka yang masih aktif bergerak karena pinggang yang elastis sehingga mudah ditarik ke pinggang sembari berdiri atau duduk.

"Bentuknya tidak gembung, sehingga nyaman dan tidak kelihatan dari luar sedang memakai popok. Kendati tipis, popok celana ini punya daya serap tinggi menahan cairan sampai 300 ml," papar Negishi.

Popok yang nyaman ini tentu tak bakal membuat pemakainya malu, karena kelihatan memakai popok. Wanita dewasa muda sehabis bersalin yang membutuhkan popok dewasa pasti tidak bakal malu memakai popok jenis ini.

Demikian juga orang dewasa muda lain yang karena kondisinya butuh popok untuk menahan perdarahan hebat atau ketidakmampuan menahan buang air kencing.

Negishi memaparkan pemasaran popok dewasa berbentuk popok ini memakai konsep rehabilitasi.

"Kami ingin menegaskan bahwa popok hanyalah pendukung untuk aktivitas lansia, bukan sebagai pengganti toilet. Mereka harus mandiri berjalan sendiri ke toilet. Bila belum sampai toilet, sudah buang air kecil, tersedia popok yang membantu. Aktif bergerak ini lebih menyehatkan dibandingkan lansia yang terus menerus berbaring di tempat tidur," katanya.

Untuk mendukung konsep rehabilitasi ini, ia memiliki aktivitas senam fisioterapi. Senam yang dilakukan sejumlah komunitas warga lansia di Indonesia ini gerakannya sederhana dan mudah dilakukan. "Gerakan senam ini terutama melatih otot panggul agar mampu menahan buang air kecil," tuturnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.