Kompas.com - 03/06/2016, 19:36 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sejumlah penelitian telah membuktikan, merokok bisa meningkatkan risiko kanker. Merokok bisa meningkatkan radikal bebas dalam tubuh yang memicu terjadinya pembentukan sel abnormal.

Sebuah penelitian di Inggris pun menunjukkan, setiap merokok 15 batang, ternyata bisa menyebabkan terjadinya satu mutasi DNA. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nature. Penelitian ini didapat setelah memetakan kode genetik pasien kanker paru.

Peneliti mengidentifikasi 23.000 mutasi DNA yang disebabkan bahan kimia dari asap tembakau. Menurut peneliti, kerusakan tersebut terjadi akibat paparan asap rokok yang masuk ke dalam tubuh.

Semakin banyak mutasi DNA atau genetik tersebut dapat memicu terjadinya kanker. Terbentuknya sel yang tidak normal itu membutuhkan waktu cukup lama, yaitu puluhan tahun.

Dokter Andy Futreal dari Wellcome Trust mengatakan, kanker terjadi ketika sel yang tidak normal tumbuh di tempat yang tidak seharusnya.

Tak hanya pada perokok, mereka yang sering terpapar asap rokok juga berisiko mengalami mutasi DNA. Yang mengkhawatirkan, kerusakan DNA diduga bisa menurun ke generasi berikutnya.

Ketua peneliti, dokter Peter Campbell dari Wellcome Trust Sanger Institute di Cambridgeshire mengatakan, penelitian ini diharapkan dapat membantu menemukan penyebab kanker dan mengembangkan obat-obatan kanker sesuai dengan mutasi genetik yang terjadi.

Risiko utama terjadi kanker paru adalah merokok. Sebagian besar pasien kanker paru pun diketahui adalah perokok. Menurut peneliti, risiko kanker paru bisa menurun setelah 15 tahun berhenti merokok.

Peneliti menduga, sel pada paru-paru yang sebelumnya bermutasi kemudian digantikan oleh sel baru yang lebih sehat ketika seseorang berhenti merokok. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.