Kompas.com - 05/06/2016, 15:09 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Bersin, sakit tenggorokan, dan batuk-batuk bisa menjadi gejala awal penyakit pilek pada anak. Meski bukan penyakit berat, penyakit ini sering kali membuat orangtua khawatir. Agar tak salah langkah, berikut ini hal yang penting diketahui tentang common cold pada anak.

 

Penyebab pilek pada anak

Pilek atau common cold merupakan infeksi saluran pernafasan bagian atas. Kecuali pada bayi baru lahir, pilek pada anak-anak yang sehat umumnya tidak berbahaya.

Ada lebih dari 200 virus yang dapat menyebabkan anak sakit pilek, tetapi rhinovirus merupakan penyebab yang paling umum.

Sehingga antibiotik yang didesain untuk melawan bakteri, tidak akan meredakan batuk pada anak. Pilek biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 4 sampai 10 hari tanpa pengobatan. Cepat atau sebentarnya pilek, bergantung pada kekuatan imun.

 

Gejala umum pilek

Ketika anak terserang pilek, umumnya diawali dengan keluhan sakit kepala dan rasa tidak enak di tubuh. Gejala-gejala lainnya biasanya akan tampak setelah 1-3 hari anak terpapar virus:
- Keluar lendir menyerupai air dari hidung.
- Bersin-bersin.
- Mata berair.
- Perasaan lelah.
- Demam (kadang-kadang).
- Sakit tenggorokan.
- Batuk.
- Pilek yang perlu diwaspadai ialah yang memicu demam tinggi selama 2 hari, memicu sinus, radang tenggorokan, dan telinga. Anak juga mungkin terserang diare dan muntah-muntah.

 

Wajarkah bila anak sering pilek?

Anak-anak usia prasekolah bisa mengalami pilek sekitar sembilan kali dalam satu tahun, sementara anak-anak TK dapat terserang pilek sebanyak 12 kali dalam satu tahun. Remaja dan orang dewasa terjangkit sekitar dua sampai empat kali dalam setahun.

Pergantian musim atau musim penghujan yang berlangsung antara bulan September sampai April biasanya menjadi bulan paling banyak terjadinya kasus pilek.

 

Penularan dan pencegahan

Anak bisa terserang pilek ketika seseorang yang terjangkit virus tersebut bersentuhan langsung dengan anak atau menyentuh benda yang kemudian disentuh oleh anak, seperti gagang pintu, tangga, buku, pena, remote, dan benda lainnya. Virus dapat bertahan hidup di salah satu objek untuk beberapa jam.

Pencegahan yang paling efektif ialah dengan mencuci tangan. Ajarkan anak untuk melakukannya setelah pergi ke kamar mandi, sebelum makan, dan setelah bermain di sekolah atau di rumah. Dibutuhkan waktu 20 detik mencuci tangan dengan air hangat dan sabun untuk menyingkirkan kuman.

Anda bisa meminta anak untuk menyanyikan lagu Happy Birthday to You atau lagu anak-anak lainnya sebanyak dua kali untuk memastikan ia sudah mencuci tangan dengan baik.

Pencegahan lain yang bisa dilakukan ialah cegah anak untuk berbagi minuman dengan orang lain, minta ia untuk menggunakan alat minumnya sendiri.

 

Perawatan di rumah

Sebelum memberikan anak obat, ada baiknya lakukan perawatan di rumah terlebih dahulu. Bila perawatan ini tak membuahkan hasil selama 3 hari atau pilek semakin akut, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai:

- Istirahat cukup. Cukup istirahat dapat menjadi cara untuk menguatkan imun tubuh dalam melawan pilek. Pastikan jumlah jam tidur anak cukup selama sakit.

- Minum banyak cairan dan makan serat seperti buah-buahan dan sayuran. Ini akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengasup nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam melawan penyakit.

- Gunakan balsem hangat di dada dan punggung anak. Ini bisa membantu memberikan rasa hangat sekaligus mencairkan lendir pilek. Untuk melegakan pernafasan dan mencegah batuk akibat tenggorokan kering, Anda bisa menyediakan uap panas (dari air hangat atau humidifier) yang diberi tetesan kayu putih di kamar tidur anak.

- Berjemur di sinar matahari. Sinar matahari pagi pukul 7-8 pagi bisa membantu menghangatkan dan mengencerkan dahak pada bayi.

 

Apakah semua obat pilek aman?

FDA dan produsen obat mengatakan Anda sebaiknya tidak memberikan obat batuk-pilek yang dijual bebas untuk anak berusia kurang dari 4 tahun, atau pastikan obat untuk anak di bawah usia tersebut tidak mengandung beberapa bahan ini (kecuali atas petunjuk dokter):
- Penekan batuk (dekstrometorfan atau DM).
- Ekspektoran batuk (guaifenesin).
- Dekongestan (pseudoefedrin dan fenilefrin).
- Antihistamin (seperti brompheniramine, klorfeniramin maleat, diphenhydramine).

 

Kapan anak yang pilek perlu di bawa ke dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter anak jika pilek tidak mereda dalam waktu 3 hari. Terlebih bila anak mengalami demam tinggi, sulit tidur, terbangun terus dari tidur, muntah, menggigil dan getar, batuk rejan, atau kelelahan ekstrim. Termasuk jika anak Anda memiliki asma, diabetes, atau kondisi kesehatan jangka panjang lainnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.