Kompas.com - 11/06/2016, 17:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Setelah menahan lapar dan dahaga seharian, waktu berbuka puasa merupakan saat yang dinantikan. Walau demikian, sebaiknya setelah mengonsumsi takjil saat berbuka puasa, jangan langsung mengonsumsi makanan berat.

Puasa memiliki efek menyehatkan bagi saluran cerna karena organ tubuh yang satu ini dapat kesempatan beristirahat. Karenanya, kita jangan langsung memaksanya bekerja keras dengan langsung makan dalam jumlah banyak saat berbuka puasa.

Dr.Grace Judio-Kahl, Msc, konsultan program penurunan berat badan, menyarankan agar saat buka puasa kita memberi waktu jeda 30 menit sebelum makan besar.

"Karena sudah lebih dari 12 jam kita berpuasa, tubuh tidak terima makanan dan lambung juga tidak bekerja. Kalau makanan langsung masuk dalam jumlah banyak nanti kaget," ujar dokter dari Klinik LightHOUSE Jakarta ini.

Selain organ pencernaan, enzim dan hormon yang mencerna makanan juga harus bekerja ekstra keras jika kita langsung makan besar saat berbuka puasa.

"Kalau tiba-tiba masuk gula dan tepung dalam jumlah banyak, maka ia harus memproduksi enzim dan insulin juga dalam jumlah banyak dalam sekejap," ujarnya.

Saat berbuka puasa, Grace menyarankan kita mengawalinya dengan takjil yang sehat seperti air, teh manis, atau pun buah kurma.

"Meski ingin menurunkan berat badan, tidak apa-apa sekali-kali takjilnya yang manis seperti kolak atau es campur. Ramadhan kan datangnya setahun sekali, kalau kita terlalu pantang nanti malah stres sehingga kemungkinan eating disorder lebih tinggi," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

Health
5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

Health
4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

Health
4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

Health
Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Health
8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Health
Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Health
Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Health
Apa Itu Kolesterol?

Apa Itu Kolesterol?

Health
5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

Health
Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Health
Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Health
9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

Health
3 Pengobatan untuk Menurunkan Risiko Penularan Kurap

3 Pengobatan untuk Menurunkan Risiko Penularan Kurap

Health
Operasi Gigi Bungsu, Apa Saja Prosedur yang Perlu Dijalani?

Operasi Gigi Bungsu, Apa Saja Prosedur yang Perlu Dijalani?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.