Kompas.com - 28/06/2016, 10:49 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kasus pemalsuan vaksin yang ditangani Badan Reserse Kriminal Polri terus bergulir. Selain menetapkan 15 tersangka, polisi juga terus memeriksa saksi-saksi yang terlibat pembuatan vaksin palsu.

Berikut adalah fakta-fakta terbaru seputar vaksin palsu yang disarikan dari pemberitaan Harian Kompas dan Kompas.com.

1. Menteri Kesehatan Nila Moeloek akan mengadakan pemberian imunisasi ulang pada anak-anak yang terkena vaksin palsu. Imunisasi ulang pada anak usia 10 tahun dimungkinkan.

2. Masyarakat disarankan mengikuti jadwal dan vaksinasi di puskesmas atau fasilitas kesehatan milik pemerintah. Sejauh ini vaksin yang ada di puskesmas dipasok dari PT Bio Farma, produsen vaksin yang diawasi pemerintah.

3. Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mengetahui warga pengguna vaksin. Mereka menanti pengaduan warga terkait vaksin palsu dan hasil uji laboratorium kandungan cairan vaksin palsu.

4. Badan Pengawasan Obat dan Makanan sedang melakukan uji vaksin yang dicurigai dari 25 sarana layanan kesehatan.

5. Sejauh ini terungkap empat rumah sakit di Jakarta serta dua apotek dan satu toko obat di Jakarta terlibat peredaran vaksin palsu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.