Kompas.com - 28/06/2016, 16:12 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan akan mengatur jadwal pemberian vaksin ulang menyusul terungkapnya kasus vaksin palsu. Pelaksanaan vaksin ulang secara massal rencananya akan dilakukan di daerah yang memang cakupan imunisasinya di bawah 86 persen.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, HM Subuh mengatakan, teknis pemberian vaksin ulang, termasuk penjadwalan tersebut sedang dibahas bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia dan profesional medis lainnya.

"Sedang dirumuskan bagaimana jadwal untuk yang sudah melampaui umur rata-rata mendapat imunisasi. Misalnya pemberian vaksin yang sudah pada usia awal bulan, tetapi sekarang anaknya sudah dua tahun. Ini masalah teknis yang dibicarakan," papar Subuh saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/6/2016).

Adapun jenis vaksin yang akan diberikan ulang mengikuti program imunisasi dasar oleh pemerintah. Sementara itu, orangtua yang memang curiga anaknya mendapat vaksin palsu juga diimbau kembali melakukan vaksin ulang di fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti puskesmas, posyandu, dan rumah sakit pemerintah.

Mengenai pendataan anak yang diduga mendapat vaksin palsu, saat ini Kementerian Kesehatan masih berkoordinasi dengan kepolisian maupun BPOM untuk melakukan investigasi peredaran vaksin palsu.

"Kita bersama-sama, sambil menunggu hasil investigasi, berapa sih rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan vaksin diduga palsu. Sampai saat ini kan belum selesai," kata Subuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Mata Lelah
Mata Lelah
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.