Kompas.com - 29/06/2016, 14:14 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan memutuskan untuk melaksanakan pemberian vaksin ulang di daerah tertentu menyusul penemuan vaksin palsu. Pakar vaksin dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD mengatakan, orangtua tak perlu khawatir jika ingin memberi vaksin ulang untuk si kecil.

Vaksin ulang aman diberikan pada anak. "Tidak ada istilah overdosis vaksin. Jadi vaksin ulang aman," ujar Dirga saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/6/2016).

Vaksinolog lulusan University of Siena, Itali ini menjelaskan, pemberian vaksinasi bertujuan untuk mencegah penyakit dengan cara pembentukan kekebalan tubuh. Umumnya, pemberian vaksin pun tetap efektif diberikan pada anak-anak di usia berapa pun.

"Secara umum, semua imunisasi bisa dikejar. Enggak ada batasan sampai usia berapa selama dia masih anak-anak usia sampai 18 tahun. Tentu semakin cepat diberikan semakin baik, karena kan tujuan vaksin untuk mencegah penyakit," jelas Dirga.

Hal senada dikatakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, HM Subuh. Ia mengatakan, dalam pemberian vaksin juga dikenal istilah booster untuk kembali memperkuat kekebalan tubuh.

Tanpa ada kasus vaksin palsu, beberapa imunisasi bahkan disarankan pemberian ulang, seperti DPT, Polio, dan Campak.

"Vaksin benar-benar berguna. Misalnya, diulang dua sampai tiga kali enggak apa-apa, kok," kata Subuh.

Subuh mengatakan, Kemenkes bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia dan profesional medis lainnya saat ini sedang membahas masalah teknis, termasuk menyusun jadwal untuk pemberian imunisasi dasar ulang secara gratis.

Vaksin ulang ini rencananya hanya dilakukan di daerah yang cakupan imunisasinya di bawah 86 persen dan pada anak-anak yang diketahui mendapat vaksin palsu. Bagi orangtua yang curiga sang anak mendapat vaksin palsu, juga diimbau melakukan vaksin ulang di fasilitas layanan kesehatan yang menggunakan vaksin dari produsen dan distributor resmi, seperti di posyandu, puskesmas, dan rumah sakit pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.