Kompas.com - 01/07/2016, 13:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menunggu surat edaran resmi dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan vaksin ulang pada anak-anak. Hal ini dilakukan untuk menenteramkan keresahan orangtua akan peredaran vaksin palsu.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, pihaknya siap melakukan vaksin ulang anak-anak di Kota Tangerang. "Kami tinggal menanti arahan pusat dari Kementerian Kesehatan," ujar Arief, Kamis (30/6).

Ia mengatakan, apabila surat edaran sudah keluar, pihaknya akan menggerakkan seluruh petugas dinas kesehatan, RSUD, puskesmas kecamatan hingga kelurahan dan posyandu untuk melakukan vaksin ulang. "Kami akan ke sekolah-sekolah juga. Ini akan menjadi sebuah gerakan," ujar Arief.

Hal ini perlu dilakukan untuk menjawab keresahan warga akan peredaran vaksin palsu. "Divaksin lagi kan tidak mengganggu kesehatan," ujar Arief.

Selama ini pihaknya selalu mendapat pasokan vaksin dari PT Bio Farma (Persero). Dari Kementerian Kesehatan, vaksin dipasok ke dinas kesehatan, lalu ke RSUD dan puskesmas kecamatan, lalu diturunkan ke puskesmas kelurahan dan posyandu.

Muhamad Abdi (26), karyawan swasta warga Bintaro, Tangerang Selatan, mengkhawatirkan soal peredaran vaksin palsu. "Tentu saja saya sebagai orangtua khawatir. Takut anak saya disuntik yang bukan-bukan," ujar Abdi yang dihubungi Kamis.

Sebab, putrinya, Za'imah Pramudita Salim, baru berusia tiga minggu. Anakny, sudah menerima vaksin polio dan hepatitis pada saat usia 0-7 hari di sebuah klinik swasta di bilangan Bintaro.

Saat menerima anaknya diberikan vaksin, Abdi tidak bisa melihat kemasan aslinya sebab sudah dikeluarkan dari bungkusan kotaknya.

Putrinya menerima vaksin yang diimpor oleh PT Aventis Pharma. Kertas kemasan vaksin itu ditempel di buku kontrol vaksin anaknya.

"Kliniknya mengaku ini dari distributor resmi," ujar karyawan swasta yang berkantor di bilangan Karet, Jakarta Selatan. (C11/WAD/MDN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.