Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/07/2016, 12:08 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Bayi yang terlihat sehat dan gemuk, tentu menjadi dambaan para orangtua. Karena, bayi yang gemuk terlihat lucu dan menggemaskan. Orangtua juga merasa senang, karena merasa upayanya untuk memberikan makanan dan nutrisi untuk bayi dinilai berhasil.

Tapi benarkah bayi yang gemuk tandanya selalu sehat? Bagaimana dengan bayi yang mengalami obesitas? Bukankah yang berlebihan itu biasanya tidak baik?

Perlu diketahui, ayah dan ibu yang gemuk memiliki 80% kemungkinan untuk memiliki anak yang juga gemuk. Bila salah satu saja orangtua yang gemuk, kemungkinannya untuk memiliki anak gemuk menjadi 40%. Perlu diketahui, gemuk  yang tak diatasi bisa mengarah pada obesitas.

Untuk memastikan bayi mengalami obesitas atau tidak tentu diperlukan pemeriksaan. Meski begitu, ada beberapa indikator yang bisa mengarah ke ciri-ciri bayi obesitas:

- Gemuk atau berat badannya di atas rata-rata berat normal untuk usianya dan besar.
- Terjadi kenaikan berat badan tiap bulan di atas rata-rata kenaikan berat bayi.
- Terdapat lipatan-lipatan pada tubuh terutama bagian dagu.
- Pipi tampak tembem, leher pendek atau relatif tak terlihat.
- Pada bayi laki-laki terjadi pembesaran payudara di dadanya dan alat kelamin kecil karena jaringan lemak di area kelamin menumpuk dan menghambat perkembangan alat vitalnya.

Bayi yang mengalami obesitas pun berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Apa saja dampak negatif obesitas pada bayi? Ini beberapa di antaranya:

- Adanya gangguan pertumbuhan pada tulang.
- Pergerakan lebih lamban sehingga kesempatan bereksplorasi kurang.
- Obesitas pada bayi memungkinkan terjadinya nafas pendek. Hal ini karena adanya pembesaran kelenjar toksil atau sering disebut amandel dan adenoid. Jika hal ini terjadi, maka akan terjadi kekurangan oksigen karena saluran nafas atas akan tertutup.
- Memicu terjadinya diabetes dan tekanan darah tinggi apabila kegemukan ini terus berlangsung dan berlanjut.
- Akan mengalami masa pubertas yang lebih cepat atau lebih dini.

Nah, itu tadi ciri-ciri bayi obesitas, dan dampak negatif obesitas pada bayi. Selalu monitor perkembangan si kecil supaya ia tidak mengalami gangguan kesehatan belakangan. (Tabloid Nakita/Hilman Hilmansyah)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber NAKITA
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+