Kompas.com - 13/07/2016, 11:32 WIB
Pokemon Go memungkinkan pemain menangkap Pokemon di dunia nyata Pokemon CompanyPokemon Go memungkinkan pemain menangkap Pokemon di dunia nyata
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Fenomena game Pokemon Game tampaknya sekarang menguasai lini masa media sosial belakangan ini. Game terbaru ini membuat kita jadi keluar rumah dan rajin bergerak.

Beberapa pelari juga ikut demam permainan ini, menggunakannya sebagai alasan baik keluar rumah dan berlari. "Tidak hanya berkeliaran di sekitar rumah, saya jadi bisa keluar berlari atau membawa anjing jalan-jalan," kata Kyle Overdeep, 26 tahun, seorang pelari dan peneliti post doktoral yang tinggal di Florida.

Berlari membantu Overdeep naik level lebih cepat dibandingkan hanya berjalan. "Anda lebih cepat mendapat Pokestop (untuk mengumpulkan bola) dan menemukan monster," katanya.

Selama lari saat makan siang di Runner's World, editor digital Brian Dalek mencoba Pokemon Go. Ia mengatakan awalnya lari terasa menantang karena ia tergoda untuk fokus pada avatar digital di Poke universe, bukan pada jalan di depan. Tetapi kemudian ia belajar, terus menerus melihat layar bukan lagi masalah.

"Setiap kali mendekati sesosok makhluk, telpon bakal bergetar memberi tahu saatnya menangkap makhluk itu," kata Dalek. "Dari perspektif lari, game ini menjadi lebih menyenangkan dan aman di jalanan ramai. Saya berhasil menangkap 11 Pokemon saat lari santai 6,5 km," katanya.

Tetapi keuntungan sesungguhnya menjadi pelari terjadi setelah berhasil mengumpulkan telur. Telur yang dapat diambil dalam permainan akan menetas menjadi monster-monster yang sedang dikoleksi. Tetapi game juga mengharuskan kita menempuh jarak tertentu : dua, lima bahkan 10 km, bergantung telur sebelum menetas.

Game juga tidak membolehkan kita berlari terlalu cepat sehingga kita tak boleh naik mobil untuk menetaskan telur. Dan lari adalah cara yang paling baik untuk menetaskan monster baru sekaligus menyehatkan tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coulrophobia
Coulrophobia
PENYAKIT
Gastroschisis
Gastroschisis
PENYAKIT
Rabun
Rabun
PENYAKIT
Tinnitus
Tinnitus
PENYAKIT
Penis Lecet
Penis Lecet
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.