Kompas.com - 14/07/2016, 19:51 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurang konsentrasi bisa menyebabkan prestasi belajar anak menurun. Saat itu terjadi, banyak orangtua meminta anaknya untuk lebih giat lagi belajar dan mendaftarkan anak mengikuti berbagai macam les.

Menurut psikolog Verauli, menekan anak menghabiskan waktu dengan belajar justru tidak efektif untuk meningkatkan kembali prestasi belajarnya. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan orangtua?

Vera mengatakan, kuncinya adalah mengajak anak bergerak aktif dengan olahraga. Vera mengungkapkan, berdasarkan bukti sejumlah riset dan pengalamannya mengatasi klien, anak-anak yang rutin aktivitas fisik akan mengalami peningkatan performa akademik, konsentrasi lebih baik, dan matang secara psiko-sosial.

"Kegiatan olahraga bisa jadi pintu untuk belajar. Makanya olahraga jadi guru terbaik," kata Vera dalam acara peluncuran MILO Camp Squad di Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Selain itu, anak juga perlu cukup istirahat untuk meningkatkan konsentrasinya. Vera mengatakan, ketika anak diminta belajar dengan waktu yang berlebihan dan mengikuti berbagai les yang menyita waktunya, konsentrasi belajar justru tak membaik.

Anak yang kurang istirahat dan tidak melakukan aktivitas fisik sering kali mengalami keluhan fisik, seperti pusing, sakit perut. Di sekolah, anak pun bisa menjadi lebih agresif.

Olahraga rutin bisa didapatkan anak pasa awal usia sekolah, yakni 7-12 tahun. Selain olahraga, orangtua juga perlu memerhatikan asupan gizinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asupan gizi perlu seimbang dengan aktivitas fisik. Jika banyak aktivitas fisik, tetapi asupan gizi tidak sesuai, anak bisa mengalami kekurangan gizi. Sebaliknya, jika asupan gizi berlebihan dan aktivitas fisik kurang, anak bisa menjadi obesitas.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kejang Demam
Kejang Demam
PENYAKIT
Konstipasi
Konstipasi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.