Terapi Kecantikan Terbaru Mampu Kurangi Efek Buruk Sinar Matahari hingga 73 Persen

Kompas.com - 15/07/2016, 10:05 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Selai kacang dan agar agar. Sup dan salad. Garam dan merica. Ada beberapa hal yang memang akan semakin baik jika tampil bersama-sama. Hal yang sama berlaku untuk produk perawatan kulit.

Keberadaan dua macam zat dalam satu produk, atau jika digunakan bersamaan, akan mempercepat perbaikan keriput yang disebabkan oleh efek buruk sinar UV matahari.

Sebuah studi dalam Journal of Clinical dan Aesthetic Dermatology, NYC dokter kulit Bruce Katz, MD, menciptakan sebuah molekul baru dengan memadukan dosis tinggi retinol dengan alpha hydroxy acids (AHAs).

Dia melihat peningkatan dalam penampilan dan tekstur kulit pasien yang rusak akibat paparan sinar UV, hingga sebesar hingga 73 persen. Dua bahan ini sudah banyak dipakai di ratusan produk kecantikan. Mereka bekerja secara sinergis ketika menjadi molekul tunggal.

"AHA menyerap kelembaban dan menghidrasi kulit, mengurangi efek iritasi dari retinoid, sehingga kita dapat menaikkan dosisnya, bahkan menjadi lebih tinggi dari dosis yang biasa diresepkan oleh dokter kulit," kata Katz, profesor dermatologi klinis di Ichan School of Medicine Mount Sinai Hospital.

"Plus, AHA meningkatkan permeabilitas kulit, sehingga retinoid bisa lebih cepat meresap ke dalam kulit."

Molekul two in one ini belum dirilis di pasaran dan belum memiliki nama resmi. Sambil menunggu, Katz menyarankan pemakaian produk yang mengandung retinol dan AHA dengan aturan seperti berikut ini, dua kali sehari ini setelah wajah dibersihkan:

1. Kandungan AHA (glycolic atau asam laktat) delapan sampai 10 persen.

2. Retinoid atau Retinol satu persen tambahkan ke produk serum atau pelembab yang biasa Anda pakai.

Jangan lupa periksa juga kandungan bahan yang lain seperti SPF 30 dengan seng, titanium dioksida, atau avobenzone untuk hasil yang lebih maksimal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.