Kompas.com - 20/07/2016, 20:17 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus pernikahan usia anak di Indonesia masih cukup tinggi. Data tahun 2015 menunjukkan, wanita usia 20-24 tahun yang menikah di bawah usia 18 tahun mencapai 23 persen. Dalam periode 7 tahun, penurunannya hanya 7 persen.

Menurut Deputi bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas Subandi Sardjoko, salah satu cara mencegah pernikahan usia anak adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi.

"Kementerian Kesehatan perlu memberi pemahaman kesehatan reproduksi, bahwa perempuan usia belum dewasa belum siap organ reproduksinya punya anak," ujar Subandi di sela-sela acara peluncuran buku Analisis Data Perkawinan Usua Anak di Indonesia, Rabu (20/7/2016).

Subandi mengatakan, dari sisi kesehatan bisa diungkap bahayanya jika hamil di usia anak. Dampaknya tak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis anak. Bahkan, kehamilan yang terlalu muda bisa meningkatkan angka kematian ibu dan bayinya.

"Kalau bisa menurunkan 10 persen saja yang menikah di bawah umur, bisa menurunkan dua per tiga kematian usia anak yang melahirkan," lanjut Subandi.

Pencegahan perkawinan anak di bawah umur dapat membantu pengendalian pertumbuhan penduduk. Subandi mengatakan, sektor pendidikan juga berperan penting. Semakin tinggi jenjang pendidikan, pernikahan usia anak bisa diturukan.

Data juga menunjukkan, perempuan yang menikah pada usia anak cenderung memiliki pendidikan yamg rendah dibanding mereka yang menikah setelah usia dewasa.

Data tahun 2015, hanya 9 persen perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun yang lulus SMA atau sederajat.

Perkawinan usia anak terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2015, provinsi dengan prevalensi perkawinan usia anak tertinggi, yaitu Sulawesi Barat (34 persen), Kalimantan Selatan (33,68 persen), Kalimantan Tengah (33,56 persen), Kalimantan Barat (32,21 persen), dan Sulawesi Tengah (31,91 persen). Artinya, 1 dari 3 anak perempuan di provinsi tersebut menikah di bawah umur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Cacingan
Cacingan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.