327 Anak Sudah Imunisasi Ulang

Kompas.com - 23/07/2016, 13:53 WIB
Sejumlah pasien meminta penjelasan terkait temuan vaksin terindikasi palsu oleh BPOM di Rumah Sakit Ibu dan Anak Mutiara Bunda, Ciledug, Tangerang, Senin (18/7/2016). Kebanyakan pasien baru tahu rumah sakit tersebut terindikasi menggunakan vaksin palsu dari pemberitaan media massa. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah pasien meminta penjelasan terkait temuan vaksin terindikasi palsu oleh BPOM di Rumah Sakit Ibu dan Anak Mutiara Bunda, Ciledug, Tangerang, Senin (18/7/2016). Kebanyakan pasien baru tahu rumah sakit tersebut terindikasi menggunakan vaksin palsu dari pemberitaan media massa.
EditorLusia Kus Anna

Produksi vaksin palsu dipicu antara lain pengelolaan limbah kurang baik. Botol-botol bekas vaksin yang dibuang dipakai untuk mengemas ulang vaksin palsu. Insinerator di RS dan unit pengolahan limbah tak diperbolehkan lagi sehingga limbah farmasi dikelola pihak ketiga.

”Dikelola pihak ketiga pun, kita harus yakin limbah dikelola dengan baik. Jika yang mengambil tak mengelola dengan baik, itu bermasalah,” ujarnya.

Untuk pengawasan ini, lanjut Koesmedi, di DKI Jakarta ada lebih dari 2.000 klinik layanan kesehatan. Ia mengajak warga turut mengawasi. Apabila ada yang mencurigakan dengan fasilitas kesehatan, warga diminta segera melapor ke puskesmas untuk diperiksa dan ditindak.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Kusumastuti Lukito berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap obat dan makanan. Terkuaknya pemalsuan vaksin jadi momen memperkuat regulasi dan kemitraan dalam pengawasan obat dan makanan.

Langkah nyata kini, ialah menyiapkan dokumen untuk menyusun Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan serta Peraturan Presiden soal Pengawasan Obat dan Makanan. ”Presiden berkomitmen dan DPR dukung penguatan regulasi pengawasan,” ucapnya.

(ADH/JOG/HLN/C07/ILO/cok)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Juli 2016, di halaman 14 dengan judul "327 Anak Sudah Imunisasi Ulang".

 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X