Kompas.com - 25/07/2016, 15:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS — Siapa saja yang mengalami gejala stroke-meski ringan-harus segera datang atau dibawa ke rumah sakit dengan fasilitas pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) sebelum 4,5 jam. Jika terlambat, stroke bisa berujung kecacatan, bahkan kematian.

Menurut dokter spesialis saraf RS Jantung Diagram, Siloam Hospitals Group, Poppy Chandradewi, dikenal transient ischaemic attack (TIA), yakni gejala stroke sesaat dan ringan yang pulih sendiri kurang dari 24 jam, sekilas baik, sehingga penderita menganggapnya aman. Padahal, itu pertanda serangan lebih serius bisa datang lagi.

"Segera ke UGD (unit gawat darurat) di rumah sakit ketika TIA," kata Poppy, Sabtu (23/7), di Jakarta, dalam Forum Diskusi Kesehatan kerja sama harian Kompas dan RS Siloam bertema "Kenali dan Atasi Gejala Stroke".

Pembicara lain adalah Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia M Kurniawan dan Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan Zamhir Setiawan.

Poppy mengatakan, satu saja gejala stroke muncul harus segera ditanggapi dengan membawa penderita ke UGD RS. Periode emasnya 4,5 jam sebelum kian sulit ditolong tenaga medis.

"Kalaupun 4,5 jam terlewat, paling lama delapan jam," kata M Kurniawan.

FAST, singkatan dari face (wajah), arm (lengan atau anggota gerak), speech (bicara), dan time (waktu), bisa menjadi panduan awam mengenali dan cepat tanggap setidaknya pada tiga gejala umum stroke. Gejala itu, mulut mencong; anggota gerak tiba-tiba lemah, contohnya tangan tiba-tiba sulit mengangkat gelas atau berjalan dengan kaki diseret; dan bicara cadel atau pelo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Stroke merupakan gangguan saraf tiba-tiba yang menyerang pembuluh darah di otak, bahkan bisa pada pembuluh darah retina mata. Poppy menjelaskan, pasokan darah menuju otak menjadi tidak lancar karena pembuluh darah tersumbat atau pecah. Kondisi itu membuat sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga bisa berujung kecacatan permanen hingga kematian.

Berdasarkan Sample Registration System Indonesia 2014, stroke penyebab nomor satu kematian semua umur, mencakup 21,1 persen kematian. Ini mengalahkan kematian akibat jantung koroner (12,9 persen) dan diabetes melitus dengan komplikasi (6,7 persen).

Kesadaran rendah

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.