Kompas.com - 26/07/2016, 11:37 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Merancang program latihan untuk membangun otot memang penting, tetapi memberinya nutrisi yang tepat tak kalah pentingnya. Protein adalah solusi yang diperlukan agar massa otot maksimal.

Di antara latihan yang Anda praktekkan secara rutin, otot mungkin mengalami robekan-robekan mikro yang membutuhkan perbaikan. Di sinilah peran penting protein yang akan memperbaiki kerusakan tersebut sekaligus melakukan pembaruan.

Makanan seperti daging merah, daging unggas, ikan, kacang-kacangan, dan telur, kaya akan protein yang ketika kita asup akan dipecah oleh tubuh menjadi asam amino.

Ketika terjadi kerusakan di bagian otot, akan dikirim sinyal ke asam amino untuk diubah menjadi sel otot baru dan sel satelit, yang bertanggung jawab untuk memperkuat robekan mikro agar semakin besar dan tentunya membuat otot kita lebih kuat.

Pertumbuhan otot ini hanya terjadi saat tubuh kita memiliki cukup asam amino untuk memperbaiki semua kerusakan mikro ini. Tentu saja kita perlu menyediakan bahan bakarnya, yaitu protein.

Bila kita kekurangan protein, robekan kecil di otot tidak akan bisa kembali normal sendiri, dan akibatnya adalah tubuh jadi lebih lemah sebelum Anda melakukan latihan beban.

Kebutuhan protein setiap orang tjidak sama, tergantung pada jenis latihan dan intensitasnya. Pria yang jarang olahraga butuh 0,8 gram protein per kilogram berat badan. Misalnya, pria dengan bobot 79 kilogram butuh 63 gram protein setiap hari. Pria yang melakukan latihan endurans butuh hampir dua kali lipatnya.

Sebaiknya kita mengonsumsi protein 20 gram setelah berolahraga untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan pada otot tadi. Tetapi ada juga pakar yang menyarankan untuk mengasup minuman protein sejam sebelum berolahraga untuk cadangan energi, dan setelah latihan untuk memperbaiki otot.

Sebaiknya tetap sesuaikan asupan protein dengan aktivitas fisik. Bila Anda tidak berolahraga dan mengonsumsi protein seperti atlet, oleh tubuh justru akan disimpan menjadi lemak.

Terlalu banyak protein bisa membuat tubuh dehidrasi dan meningkatkan risiko asam urat, batu ginjal, dan juga osteoporosis. Untuk mencegah Anda kelebihan protein, imbangi dengan olahraga rutin dan cukup minum air putih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Splenomegali
Splenomegali
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.