Kompas.com - 26/07/2016, 13:45 WIB
Dua tim Mahasiswa IPB mengembangkan produk pangan untuk ibu hamil dalam rangka mengikuti kompetisi Developing Solutions for Developing Countries Competition (DSDC) di Amerika Serikat. Dok. NutrifoodDua tim Mahasiswa IPB mengembangkan produk pangan untuk ibu hamil dalam rangka mengikuti kompetisi Developing Solutions for Developing Countries Competition (DSDC) di Amerika Serikat.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tim mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi finalis Developing Solutions for Developing Countries Competition (DSDC) yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists (IFT) Student Association di Chicago, Amerika Serikat.

Sesuai tema DSDC-IFTSA tahun ini, mereka mengembangan produk pangan baru untuk meningkatkan asupan kalsium bagi ibu hamil di Negara Timur Tengah dan Afrika Utara. 

Kedua tim mahasiswa IPB, yaitu tim Sun Ami dan Crave. Tim Sun Ami yang beranggotakan Cynthia Andriani, Michael Liong, dan Saiful Pratama membuat produk Nutrition Flatbread untuk ibu hamil di Sudan Selatan.

Sementara itu, tim Crave yang beranggotakan Lidwina Monica, Eric Prasetya, dan Faradis Rahmawati membuat produk Rich Calcium Vegetable Cream Soup untuk ibu hamil di Mesir.

Rich Calcium Vegetable Cream Soup dibuat dengan campuran bahan baku bayam, okra, milk powder, dan tepung sorgum. "Bayam itu tinggi kalsium, serat, folat, vitamin A, K, dan C. Okra juga tinggi kalsium," terang salah satu anggota tim Crave, Lidwina dalam media briefing bersama Nutrifood di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Lidwina menjelaskan, kalsium merupakan salah satu komponen penting untuk ibu hamil. Dengan konsumsi krim sup sayuran ini, kebutuhan kalsium ibu hamil dapat terpenuhi.

Tim Crave memilih produk pangan untuk Mesir karena di negara tersebut kasus kematian ibu dan bayi cukup tinggi. Salah satunya karena malnutrisi.

Anggota Sun Ami, Saiful mengungkapkan, mereka memilih Sudan karena negara ini termasuk negara dengan kematian ibu hamil tertinggi di dunia. Kematian ibu hamil itu antara lain akibat tradisi pernikahan dini, yaitu usia 15-19 tahun mencapai 48 persen dan kekurangan nutrisi.

Untuk produk pangan yang dikembangkan tim Sun Ami, bahan baku yang dipakai terdiri dari kacang tanah, daun kelor, gandum, susu sapi, gula, garam, dan baking powder untuk membuat Flatbread.

"Daun kelor itu kalsiumnya tinggi, bahkan 12 kali lebih tinggi kalsiumnya dibandung susu. Daun kelor juga membantu penyerapan kalsium," jelas Saiful.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rahim Turun
Rahim Turun
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.