Kompas.com - 31/07/2016, 18:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Studi sebelumnya menunjukkan, bahwa olahraga atau aktif bergerak akan membuat perbedaan signifikan pada kesehatan orang yang lebih tua atau 50 tahun ke atas.

Namun, para peneliti menulis dalam jurnal Circulation, bahwa aktif bergerak juga memberi manfaat yang sama pada wanita yang lebih muda.

Untuk wanita di bawah usia 40 tahun, menghabiskan dua setengah jam setiap minggu untuk aktif bergerak bisa mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 25%, menurut sebuah studi di AS.

"Tidak masalah apakah olahraga yang Anda lakukan termasuk jarang atau sering, jika Anda melakukannya 6 hari per minggu atau 3 hari per minggu, atau kurang dari itu, setiap jam yang Anda habiskan untuk olahraga sangatlah berharga bagi kesehatan jantung," tulis penulis utama studi Andrea Chomistek dari Indiana University School of Public Health di Bloomington kepada Reuters Health.

"Juga, olahraga menurunkan risiko penyakit jantung, bagi Anda dengan berat badan normal, berlebih, maupun obesitas," kata Chomistek.

Kesimpulan ini diambil setelah para peneliti mempelajari 97.000 perempuan di Nurses Health Study yang berusia 27 sampai 40 tahun pada tahun 1991. Setiap dua tahun, para wanita mengisi kuesioner tentang aktivitas fisik di waktu luang mereka.

Pada tahun 2011, telah terjadi 544 kasus penyakit jantung koroner, termasuk pada 254 perempuan di bawah usia 50.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari berat badan, wanita yang dilaporkan rutin olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang sedikit atau tidak melakukan olahraga.

Secara keseluruhan, wanita yang menghabiskan total 2,5 jam per minggu untuk bergerak aktif, 25% lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang tidak aktif sama sekali.

Meskipun manfaat lebih jelas terlihat pada wanita obesitas, peneliti menemukan manfaat terbesar pada wanita dengan berat badan normal. Mereka yang bergerak aktif selama 2,5 jam seminggu memiliki setengah risiko penyakit jantung dan obesitas, ketimbang wanita yang tidak aktif.

"Sekarang ada banyak, banyak penelitian yang menghubungkan aktivitas fisik dengan tingkat yang lebih rendah dari penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan banyak kondisi kesehatan kronis lainnya," kata Dr Erin D. Michos dari Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, yang ikut menulis editorial yang menyertai studi baru.

"Perempuan muda harus terlibat dalam bentuk kegiatan fisik apapun yang mereka nikmati dan yang paling mungkin untuk terus dilakukan, apakah itu aktivitas moderat atau kuat," kata Chomistek.

"Waktu terkecil yang direkomendasikan untuk olahraga atau bergerak aktif ialah 150 menit per minggu."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.