Kompas.com - 03/08/2016, 07:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

New England Journal of Medicine memaparkan mengenai sebuah studi yang meneliti 6.000 orang dengan risiko penyakit penyakit kardiovaskular yang tinggi. Orang-orang ini diberik 1.000 mg suplemen Omega-3 setiap hari selama lima tahun.

Penelitian yang dilakukan pada pada Mei 2013 ini menyimpulkan, kelompok berisiko tinggi bernasib tidak lebih baik dalam hal tingkat kematian akibat kardiovaskular dibandingkan partisipan yang menerima plasebo.

Dokter setuju bahwa cara terbaik untuk mendapatkan Omega-3 Anda adalah dari makanan alami. American Heart Association Guidelines (AHA) merekomendasikan Anda mengonsumsi dua porsi ikan perminggu.


6. Kava-Kava: Bisa Membahayakan Hati Anda

Kava-kava adalah ramuan yang berasal dari akar tanaman Piper methysticum, dan biasa digunakan untuk mengobati kecemasan dan insomnia dengan hasil yang beragam.

Sebuah studi pada 2014 yang dimuat dalam Osteopathic Family Physician menemukan bahwa tumbuh-tumbuhan termasuk kava-kava bisa memainkan peran penting dalam pengobatan insomnia.

Namun, kava-kava dapat memiliki efek samping yang serius. Menurut United States National Library of Medicine, "Produk yang diberi label "mengandung kava" telah dikaitkan dengan perkembangan risiko cedera hati yang parah dan bahkan fatal."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada bulan Maret 2002 US Food and Drug Administration mengeluarkan peringatan tentang efek kava-kava pada hati. Kava-kava juga telah dikaitkan dengan kejang otot yang abnormal, ketika berinteraksi dengan sejumlah obat seperti antikonvulsan, obat antipsikotik, dan obat yang digunakan untuk penyakit Parkinson.


7. Soy Isolate: Hati-hati dengan Estrogen

Tahu, tempe, dan susu kedelai adalah sumber protein, serat, dan sejumlah mineral. Beberapa wanita juga mengonsumsi kedelai dalam bentuk suplemen untuk meredakan gejala menopause.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa estrogen di dalam suplemen kedelai dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker payudara.

The American Cancer Society mencatat, "Penelitian mengenai hubungan antara kedelai dan kanker sangat kompleks, kontroversial, dan terus berkembang."

"Jika Anda khawatir tentang risiko kanker payudara, tinggalkan suplemen kedelai dan makan saja produk kedelai alami," kata Millstine. "Asupan kedelai dari makanan belum terbukti menimbulkan efek apapun."

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kelelahan
Kelelahan
PENYAKIT
Badan Lemas
Badan Lemas
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.