Antioksidan Bentengi Tubuh dari Penuaan Dini

Kompas.com - 09/08/2016, 14:42 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Lingkungan yang telah semakin terpolusi menjadikan manusia di masa kini sulit untuk menjalani hidup yang benar-benar sehat tanpa terpapar polusi.

Padahal, paparan sinar matahari, zat kimia dan polusi udara merupakan sumber radikal bebas yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan stres dalam tubuh atau stres oksidatif.

Walau stres oksidatif bisa memicu berbagai penyakit, tapi efek paling terlihat dari paparan radikal bebas adalah penuaan dini pada kulit.

Menurut dr.Hans Utama, Sp.KK dari RS Grha Kedoya Jakarta, akibat radikal bebas pada kulit antara lain kerusakan pembuluh darah kulit yang membuat kulit jadi tipis dan melebar, serta warna kulit tidak merata.

Kondisi itu sebenarnya bisa dicegah dengan antioksidan. Penelitian menunjukkan, antioksidan terbukti mampu membantu menstabilkan beberapa molekul radikal bebas yang berkembang di dalam jaringan kulit, membentuk kolagen alami, dan memproduksi elastin agar kulit tetap kenyal.

Selain untuk kulit, konsumsi suplemen antioksidan juga bermanfaat mengatasi penurunan kondisi tubuh akibat penuaan. Misalnya saja perlindungan mata, saraf, gangguan sistem imun dan metabolisme, hingga masalah otot.

"Ada berbagai jenis antioksidan, yaitu vitamin A, C, dan E, beta kartoen, polifenol, dan selenium. Tapi ada juga yang tidak bisa dibentuk tubuh seperti karotenoid. Dari asupan makanan bisa didapatkan tapi jumlahnya tidak mencukupi sehingga perlu antioksidan yang bermutu," katanya dalam acara SOHO #BetterU di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ada banyak sediaan antioksidan yang bisa kita dapatkan. Misalnya saja suntikan antipenuaan atau suplemen.

Menurut Market Access Director Soho Global Health dr.Yulita Lea, saat ini antioksidan yang paling kuat adalah Astaxanthin yang berasal dari tanaman Haemotococcus Pluvialis.

"Astaxanthin diketahui memiliki kekuatan antioksidan 6000x Vitamin C, dan 110x vitamin E, 54x Beta Carotene, 550x green tea catechins,” ujar Yulita dalam acara yang sama.

Konsumen seharusnya berhati-hati memiliki suplemen antioksidan. Pilih antioksidan yang tepat dan sesuai kebutuhan, serta terdaftar dalam Badan POM.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X