Kemerdekaan bagi Orang dengan Gangguan Jiwa

Kompas.com - 18/08/2016, 07:45 WIB

Diskriminasi dan pembiaran justru meningkatkan beban pemerintah karena pasien skizofrenia umumnya berada di usia produktif. Tetapi, jika diobati, mereka bisa kembali produktif.

Bagus mengungkapkan, banyak pasien skizofrenia yang kembali bekerja dan berkeluarga setelah menjalani pengobatan  yang baik. Sayangnya, masalah gangguan jiwa masih dipandang sebelah mata.

“Pasien yang terlantar di jalan, dipasung, di panti-panti liar itu akibat penelantaran isu kesehatan jiwa berpuluh-puluh tahun,” kata Bagus.

Adanya dukungan KPSI sangat berarti bagi keluarga maupun pasien skizofrenia. Mereka tak akan merasa sendirian dan bisa saling bertukar informasi. Edukasi kesehatan jiwa yang terus disebarkan oleh KPSI setidaknya dapat mengurangi stigma dan diskriminasi.

Sebab, menangani orang dengan gangguan jiwa tak cukup hanya dengan minum obat. Mereka butuh dukungan psikososial agar dapat kembali produktif.

“Mereka butuh lingkungan yang baik, harus dipikirkan bagaimana pekerjaannya nanti. Kalau tidak, orang produktif bisa disabilitas. Ini melumpuhkan fungsi seseorang yang sudah hidup di dunia, “ kata Bagus.

Akses kesehatan jiwa

Bagus menambahkan, kemerdekaan bagi mereka pun jika mudah mengakses layanan kesehatan jiwa. Mereka berhak mendapat pengobatan yang berkualitas dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Bagus, akses obat-obatan skizofrenia yang berkualitas belum merata di setiap daerah. Di samping itu, harganya pun masih sangat mahal dan belum dijamin BPJS Kesehatan. Dengan tidak tersedianya obat yang memadai, pengobatan pasien menjadi tidak optimal.

Sayangnya, masalah kesehatan jiwa nampaknya belum menjadi prioritas pemerintah. Tidak diperhatikannya masalah kesehatan jiwa sama saja meningkatkan beban ekonomi pemerintah.

Pemerintah akan menerima beban ganda, yaitu dari pasien gangguan jiwa dan keluarga yang ikut kehilangan produktivitasnya karena harus bolak-balik mengurusi pasien. Menurut Bagus, mereka berhak mendapat jaminan sosial.

Namun, sistem layanan kesehatan harus diperkuat dulu saat ini dan gencar melakukan promotif dan preventif. Menurut Bagus, sangat penting adanya panti bina laras di setiap provinsi atau fasilitas rehabilitasi psikososial yang layak untuk pasien, yang memanusiakan manusia. Masalah kesehatan jiwa itu nyata di sekitar kita. 

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X